Kopi Bisa Bikin Langsing Tapi Ganggu Pencernaan, Ini Dampak Lainnya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi perempuan dan temannya mengobrol sembari minum kopi. (Purewow/Twenty20)

    ilustrasi perempuan dan temannya mengobrol sembari minum kopi. (Purewow/Twenty20)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia adalah negara kedu terbanyak konsumsi kopi, menurut Organisasi Kopi Internasional. Temuan tersebut dapat dibuktikan dengan fakta di kota-kota besar, di mana kedai kopi semakin menjamur untuk menyajikan kopi ke banyak pelanggan setiap harinya.

    Kopi memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan kaya akan nutrisi. Beberapa penelitian pun telah dilakukan untuk menguji efeknya pada kesehatan. Berikut adalah enam manfaat mengonsumsi kopi berdasarkan hasil penelitian tersebut.

    1. Kopi bisa menjauhkan kita dari depresi
    Tak hanya bisa menghalau mood yang jelek, efek lebih lanjut dari konsumsi kopi adalah dapat menjauhkan kita dari depresi. Sebuah penelitian yang dilakukan Harvard mengungkapkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi kopi memiliki peluang 20 persen lebih rendah untuk terkena depresi, dibandingkan yang tidak mengonsumsi kopi.

    2. Kopi bisa bikin langsing
    Kafein seringkali ditemukan dalam iklan obat pelangsing karena manfaatnya yang bisa membantu pembakaran lemak dengan cara meningkatkan metabolisme tubuh. Dalam penelitian karya Acheson dkk., dikemukakan bahwa kafein dapat meningkatkan pembakaran lemak 10-29 persen lebih banyak. Namun, butuh penelitian lebih lanjut mengenai hal ini karena konsumsi kopi harus diimbangi juga dengan olahraga dan gaya hidup sehat.

    3. Kopi dapat melindungi kita dari berbagai penyakit
    Kandungan kopi dipercaya dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 bagi penggunanya. Selain itu, bagi yang memiliki risiko penyakit keturunan Alzheimer, konsumsi kopi dapat menurunkan kemungkinan terkena penyakit ini hingga 65 persen lebih rendah. Kopi juga dikenal dapat melindungi kita dari penyakit hati karena antioksidan dalam kopi mampu menyingkirkan racun dan radikal bebas dalam tubuh sehingga bisa meringankan tugas hati sebagai penyaring racun.

    4. Kopi meredakan kantuk
    Kandungan kafein kopi dapat menghilangkan kantuk dengan menstimulasi otak agar kita merasa ‘terbangun’. Kafein adalah zat psikoaktif yang dikenal sebagai stimulan. Ketika kita meminum kopi, kafein akan diserap ke dalam peredaran darah dan dialirkan ke otak. Dalam otak, kafein bekerja dengan memblokir senyawa bernama adenosin. Pemblokiran adenosin mengakibatkan senyawa lain, seperti norepinefrin dan dopamin, dilepaskan. Pelepasan kedua senyawa ini dipercaya dapat memberikan efek waspada dan mengurangi kelelahan pada tubuh. 

    5. Kopi bisa meningkatkan kecerdasan
    Dari 23 penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuan, kafein terbukti dapat meningkatkan fungsi kognitif yang berhubungan dengan kecerdasaan seseorang. Fungsi kecerdasan yang diakui meningkat, meliputi aspek tentang ingatan, akurasi, kewaspadaan, dan kecepatan berpikir.

    6. Kopi bisa memperbaiki mood
    Penelitian lain membuktikan bahwa kopi bisa meningkatkan suasana hati alias mood. Kafein dipercaya dapat memengaruhi berbagai senyawa otak hingga akhirnya dapat melepaskan hormon bahagia, seperti dopamin dan serotonin. JIka tubuh kita dipenuhi hormon yang membuat bahagia, tentunya kita tidak akan merasa bete lagi, kan?

    Selanjutnya dampak negatif mengkonsumsi kopi berlebihan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.