4 Khasiat Buah Manggis bagi Ibu Hamil, Bisa Cegah Kelainan Bawaan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buah manggis (Pixabay.com)

    Ilustrasi buah manggis (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Buah manggis dikenal kaya akan manfaat bagi kesehatan, mulai dari daging buahnya, biji, bahkan kulitnya. Khusus untuk ibu hamil, buah yang mengandung tinggi asam folat ini memiliki manfaat tambahan untuk mencegah kelainan bawaan pada bayi.

    Manggis  atau Garcinia mangostana sering dijuluki sebagai ratunya buah. Buah eksotik ini berasal dari Asia Tenggara dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Pada dasarnya, manggis dipercaya mengandung antioksidan, antibiotik, dan antivirus yang tinggi.

    Anda mungkin sudah familiar dengan tampilan buah manggis dengan kulit berwarna ungu gelap dan daging buah berwarna putih terang, yang terasa manis dan menyegarkan. Nah, di balik rasanya itu lah terkandung nutrisi, serat, dan antioksisan unik yang bermanfaat bagi ibu hamil.

    Berdasarkan kandungannya, berikut beberapa manfaat buah manggis untuk ibu hamil.

    1. Melancarkan pencernaan

    Masalah pencernaan kerap menjadi keluhan yang banyak diserukan oleh para ibu hamil. Namun, makan manggis bisa memperkecil kemungkinan Anda terkena masalah ini karena buah ini mengandung serat alami yang dapat menyehatkan sistem pencernaan.

    Buah manggis juga dapat memicu aktivitas bakteri baik di dalam tubuh sehingga baik dikonsumsi oleh ibu hamil yang sedang menderita diare maupun terkena infeksi saluran kemih. Meski demikian, manfaat manggis untuk ibu hamil ini harus diteliti lebih lanjut.

    2. Menyehatkan sistem imun

    Manfaat manggis untuk ibu hamil ini didapat dari kandungan serat dan vitamin C di dalamnya. Serat merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan dalam sistem imun, sedangkan vitamin C dapat mengoptimalkan kinerja sel-sel yang mendukung sistem imun di dalam tubuh.

    Selain itu, sifat antibakteri yang dimiliki buah manggis juga dapat melawan bakteri yang masuk ke tubuh sehingga tidak sampai ke janin. Meski demikian, khasiat ini masih harus diteliti lebih dalam.

    3. Menstabilkan kadar gula darah

    Beberapa ibu hamil tidak jarang mengalami diabetes gestasional alias diabetes yang hanya terjadi selama masa kehamilan. Mengonsumsi manggis dipercaya dapat menurunkan risiko ini karena kandungan antioksidan unik dalam buah manggis yang bernama xanthone.

    Kandungan serat juga dapat memainkan manfaat manggis untuk ibu hamil yang satu ini. Pasalnya, serat dalam mengontrol kadar gula darah dan mengurangi kemungkinan terjadinya resistensi insulin, namun klaim ini masih harus diteliti lebih lanjut.

    4. Menyehatkan janin

    Manfaat buah manggis bukan hanya akan dirasakan oleh ibu hamil, melainkan juga bayi yang dikandungnya. Salah satu kandungan buah manggis adalah folat yang dapat mencegah kelainan bawaan, seperti kelainan otak dan sumsum tulang belakang. Namun, Anda tetap harus minum suplemen asam folat untuk mencukupi kebutuhan folat selama masa kehamilan.

    Selain folat, buah manggis juga mengandung mangan, nutrisi yang dibutuhkan dalam pembentukan sistem tulang pada janin. Selain itu, kandungan antioksidan dalam buah manggis juga berfungsi mencegah terjadinya kerusakan sel pada janin.

    Meski memiliki banyak manfaat, ibu hamil disarankan tidak mengonsumsinya berlebihan. Seperti halnya buah lain, tetap ada kemungkinan Anda mengalami reaksi alergi setelah makan buah manggis yang biasanya ditandai dengan rasa gatal di lidah atau sekitar mulut. Selain itu, kandungan antioksidan dalam buah manggis juga dapat bereaksi pada ibu hamil yang juga tengah menjalani terapi radiasi atau kemoterapi.

    Manfaat manggis untuk ibu hamil bukan digunakan sebagai referensi pengganti obat atau suplemen yang diresepkan dokter kandungan. Bila Anda ingin menjadikan ekstrak buah manggis sebagai diet kehamilan, konsultasikan dengan dokter.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.