71 Persen Perempuan Tak Puas pada Ukuran Payudara, Ini Dampaknya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan ragu-ragu. Shutterstock

    Ilustrasi perempuan ragu-ragu. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ukuran payudara bisa mempengaruhi rasa percaya diri perempuan. Para perempuan yang tak puas dengan ukuran payudara cenderung rendah diri dan kurang merasa bahagia seiring berbagai pandangan negatif mengenai diri mereka.

    Hal itu mengemuka seiring hasil studi dalam jurnal Body Image belum lama ini. Tim peneliti yang diketuai profesor psikologi sosial dari Anglia Ruskin University di Inggris, Viren Swami, mengamati kepuasaan para perempuan pada ukuran payudara mereka.

    Dalam studi itu, seperti dilansir Health, peneliti menganalisis data dari 18.541 perempuan di 40 negara. Hasilnya, mereka menemukan sebanyak 71 persen perempuan tak puas dengan ukuran payudaranya dan dari angka itu, sekitar 48 persen ingin ukuran yang lebih besar.

    Sementara 23 persen berharap ukuran payudaranya lebih kecil dan hanya 29 persen perempuan yang bahagia dengan ukuran payudara mereka.

    Berdasarkan studi, wanita di Brazil, Jepang, China, Mesir, dan Inggris adalah yang paling mungkin tidak puas dengan ukuran payudara mereka.

    Menurut peneliti, selain merasa rendah diri, perempuan yang tak puas ini juga tak mempraktikkan kebiasaan menjaga kesehatan payudara, termasuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Mereka merasa yakin bisa mendeteksi perubahan pada payudara mereka.

    "Tapi yang mengkhawatirkan, jika Anda tidak menyukai sesuatu tentang tubuh Anda, Anda tidak memperhatikannya dan ini bisa menjadi masalah," kata Janie Grumley, MD, seorang ahli bedah payudara onkologis dan Direktur Margie Petersen Breast Center di Providence Saint John's Center.

    Swami menyarankan wanita mencoba menerima payudara mereka apa adanya, menghargai fungsi payudara daripada berpikir semata tentang estetika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.