Tips Jaga Organ Kewanitaan untuk Cegah Keputihan hingga Kanker

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keputihan. shutterstock.com

    Ilustrasi keputihan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 90 persen perempuan Indonesia berpotensi mengalami keputihan, bahkan 31,8 persen gejala keputihan dialami oleh remaja putri. Data tersebut membuktikan bahwa masih banyak perempuan di Indonesia yang belum memiliki perilaku feminine hygiene atau menjaga organ kewanitaan dengan baik.

    Ahli ginekologi Dinda Derdameisya mengatakan, kondisi feminine hygiene yang buruk dapat menimbulkan berbagai infeksi berbahaya bagi organ reproduksi perempuan. Sayangnya, hal tersebut masih kerap terabaikan, termasuk penerapan perilaku menjaga dan merawat kebersihan organ kewanitaan dengan baik.

    “Apabila tidak dijaga dengan baik, area kewanitaan yang tidak bersih dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksi seperti infeksi yang disebabkan oleh jamur, virus, bakteri, dan parasit, hingga berujung pada candidiasis, trichomoniasis, bacterial vaginosis, sampai yang terparah seperti kanker serviks, tumor, serta kelainan vagina,” ujar Dinda dalam siaran pers Andalan Feminine Care yang diterima Tempo, Selasa, 5 Februari 2020.

    Untuk menghindari risiko tersebut, perempuan sebaiknya mulai menerapkan hidup sehat dengan cara merawat dan menjaga organ kewanitaan. Berikut tipsnya. 

    1. Rajin ganti celana dalam dan selalu jaga kelembapan vagina

    Pada saat musim hujan seperti sekarang ini, jamur lebih mudah berkembang apabila Anda jarang mengganti celana dalam maupun sering menggunakan celana dalam yang tidak benar-benar kering. Mulai sekarang, coba untuk mengganti celana dalam minimal dua kali sehari, atau lebih bagus lagi setiap selesai buang air.

    Pastikan untuk menggunakan celana dalam yang memiliki bahan mudah menyerap keringat. Serta selalu gunakan handuk kering yang lembut sebelum memakai celana dalam, dan jemur celana dalam dan handuk di bawah terik matahari sehingga benar-benar kering. Selain menghemat listrik dan atau karbon, dibandingkan penggunaan dryer, mengeringkan dengan sinar matahari adalah cara yang paling efektif untuk membunuh bakteri-bakteri pada pakaian.

    2. Bersihkan vulva dan lipatan labia

    Pada saat mandi maupun setelah selesai buang air, usahakan untuk selalu membersihkan bagian luar organ kewanitaan yaitu vulva, klitoris, dan juga lipatan labia. Gunakan sabun pembersih kewanitaan khusus yang memiliki kandungan alami, lembut dan mengandung prebioticdan bahan alami (natural ingredients) sehingga aman digunakan di setiap momen aktivitas sehari-hari, serta dapat membantu menjaga keseimbangan pH alami vagina.

    Selain itu, Anda bisa memilih pembersih kewanitaan yang natural based, yang kandungannya diformulasi secara khusus dari bahan-bahan alami, namun tetap terjamin kualitasnya dengan kombinasi prebiotik dan sertifikasi uji klinis yang baik.

    3. Bersihkan ekstra pada saat menstruasi

    Saat menstruasi, seringkali perempuan malas untuk membersihkan area kewanitaan karena kondisi darah menstruasi yang membuat tidak nyaman. Padahal, saat menstruasi justru area kewanitaan perlu dijaga kebersihannya, karena area vagina akan lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur.

    4. Rajin minum air putih serta sayur dan buah

    Selain itu, asupan makanan sehat dan bernutrisi penting untuk menjaga kesehatan reproduksi Anda. Beberapa makanan seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu, telur, daging serta ikan adalah contoh makanan yang baik bagi kesehatan reproduksi perempuan. Selain itu, cukupi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan konsumsi minimal 8 gelas air putih per hari. Bagi Anda yang hobi minum kopi, batasi konsumsi kopi Anda tidak lebih dari dua cangkir per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.