Kate Middleton Minta Maaf karena Tak Pakai Gaun Cinderella

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kate Middleton dan Pangeran William saat mengunjungi Lifeboat Stations, The Mumbles RNLI, South Wales, Selasa, 4 Februari 2020 (Instagram @kensingtonroyal)

    Kate Middleton dan Pangeran William saat mengunjungi Lifeboat Stations, The Mumbles RNLI, South Wales, Selasa, 4 Februari 2020 (Instagram @kensingtonroyal)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kate Middleton menjadi idola anak-anak perempuan di Inggris. Dia dianggap sebagai putri Disney yang ada di dunia nyata. Tapi seorang gadis kecil, Annabel, 3, justru merasa sedih ketika bertemu dengan istri Pangeran William itu karena bayangannya tentang putri tak sesuai dengan yang dia lihat. 

    Duchess of Cambridge pun terpaksa meminta maaf kepada anak tersebut karena tidak terlihat seperti Cinderella saat mengunjungi Stasiun Lifeboat RNLI Mumbles di Mumbles dekat Swansea, South Wales, Selasa, 4 Februari 2020.

    Dalam kunjungan tersebut, Kate menyapa penggemar kerajaan yang menunggu di sepanjang dermaga. Seorang ibu menghampirinya dan mengatakan bahwa putrinya bersemangat untuk bertemu dengan "putri sungguhan".

    Kate Middleton saat mengunjungi Lifeboat Stations, The Mumbles RNLI, South Wales, Selasa, 4 Februari 2020 (Instagram @kensingtonroyal)

    Kate lalu meminta maaf kepada gadis kecil itu dengan mengatakan, "Aku benar-benar minta maaf, aku tidak mengenakan gaun cantik hari ini."

    Anabel yang kecewa menjawab, "Kupikir kau akan terlihat seperti Cinderella."

    Meskipun begitu, dia masih memberi pelukan pada Kate dan sangat senang dengan bertemu dengan Duchess.

    Dalam kunjungan tersebut Kate Middleton mengenakan gaun rajutan merah dan syal motif hati yang dipadukan dengan mantel maxi dari Hobbs seharga 349 poundsterling atau sekitar Rp 6,2 juta.  

    Kate Middleton dan Pangeran William melakukan kunjungan bersama mereka di tahun ini. Mereka meluncurkan sekoci baru di stasiun sekoci Trearddur Bay, dekat rumah Anglesey yang mereka tinggali pada 2011.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.