6 Efek Samping Tabir Surya bagi Tubuh, Perhatikan Kandungannya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sunblock/krim tabir surya. Shutterstock.com

    Ilustrasi Sunblock/krim tabir surya. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaTabir surya atau sunscreen berfungsi melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari yang bisa menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan dini hingga kanker kulit.  Anda sangat disarankan untuk tidak keluar rumah tanpa menggunakan tabir surya.

    Tetapi, apakah ini benar-benar solusi sempurna untuk semua masalah kulit Anda? Apakah tabir surya memiliki efek samping? Sayangnya, iya. Tabir surya jika digunakan berlebihan dan tidak tepat dapat membahayakan kulit Anda karena kandungan bahan kimianya.

    Tak semua tabir surya diciptakan dari bahan yang sama. Beberapa bahan kimia yang ada di tabir surya, seperti avobenzone, oxybenzone, homosalate, actinoxate, dan oktisilat okisalat tidak benar-benar ramah kulit. 

    Berikut efek tabir surya yang harus Anda ketahui seperti yang dilansir dari laman Boldsky, Selasa 4 Februari 2020.

    1. Reaksi alergi

    Zat kimia yang terkandung dalam tabir surya dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit. Kemerahan, gatal, bengkak, dan ruam adalah tanda bahwa Anda alergi terhadap sunscreen yang membuat kulit Anda sensitif.

    Bahan yang umum digunakan dalam tabir surya dan yang dapat menyebabkan tingkat reaksi alergi yang tinggi pada kulit Anda adalah PABA (Para Amino Benzoic Acid). Penyebab reaksi juga bisa berupa pengawet dan pewangi tertentu yang digunakan dalam sunscreen.

    Terutama jika Anda memiliki kulit sensitif, Anda perlu memeriksa bahan-bahan sunscreen dan memeriksa apakah mengandung bahan yang dapat mengiritasi kulit Anda. Cari tabir surya yang berlabel 'hypoallergenic'.

    2. Memperparah jerawat

    Memilih jenis tabir surya yang salah bisa berbahaya bagi kulit Anda. Jika Anda menderita jerawat, aplikasi tabir surya dapat memperburuk kondisi Anda. Zat kimia tertentu yang ada di tabir surya juga dapat mengiritasi kulit Anda dan menyebabkan jerawat, kemerahan, gatal, dan bengkak.

    Untuk mencegahnya, gunakan tabir surya yang cocok untuk jenis kulit Anda. Tabir surya yang tidak berminyak dan nonkomedogenik harus menjadi pilihan Anda. Juga, jangan gunakan tabir surya tubuh untuk oles wajah. Sebab, tabir surya memiliki konsistensi yang lebih tebal dan dapat memblokir pori-pori Anda dan bisa menyebabkan berjerawat.

    3. Rasa sakit di bagian tubuh Anda yang berbulu

    Tabir surya dapat mengiritasi bagian tubuh Anda yang lebih berbulu. Rasa gatal dan kemerahan dapat menyebabkan benjolan yang menyakitkan dan folikel rambut yang berisi nanah. Tabir surya komedogenik yang dapat mengiritasi folikel rambut Anda adalah alasannya.

    Tabir surya tersedia di pasaran dalam berbagai tekstur, dari gel, krim, semprotan lotion, dan salep. Dari jumlah tersebut, formula gel menyebabkan paling sedikit kerusakan dan biasanya lebih disukai daripada tekstur lainnya.

    4. Risiko kanker payudara

    Tabir surya berfungsi melindungi kulit kita dari efek berbahaya sinar matahari. Tapi, ada bahan kimia tertentu yang ada dalam tabir surya dapat menimbulkan risiko kanker karena pengaruhnya terhadap keseimbangan hormon.

    Selain itu, telah ditemukan bahwa bahan yang ada dalam sunscreen - retinyl palmitate (kombinasi retinol dan asam palmitat) - dapat menghasilkan radikal bebas yang berbahaya bagi kulit dan menyebabkan kerusakan DNA. Jadi, perhatikan kandungan tabir surua ketika membelinya.

    5. Tidak ramah untuk kulit sensitif

    Kulit sensitif ditandai dengan reaksi sensitivitas yang mudah dengan berbagai produk. Produk tabir surya bisa menjadi bendera merah untuk kulit sensitif Anda. Bahan-bahan di sunscreen sering berat bagi kulit sensitif yang dapat menyebabkan kekeringan, gatal, bengkak, dan iritasi.

    Lalu apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi efek samping dari tabir surya. Simak beberapa tips yang akan membantu Anda berikut ini.

    - Selalu lakukan tes patch sebelum Anda membeli tabir surya, terutama Anda yang memiliki kulit sensitif. Jika tabir surya mengiritasi kulit Anda, segera cuci.

    - Berhati-hatilah saat memilih sunscreen untuk anak-anak. Kulit mereka dapat terpengaruh dengan mudah oleh bahan kimia yang digunakan dalam sunscreen.

    - Jika Anda memiliki lip balm dengan SPF, batasi penggunaannya hanya untuk bibir Anda.

    - Sunscreen tidak peduli jumlah SPF, hanya bisa bertahan selama 2 jam. Anda perlu re-touch lagi sepanjang hari.

    - Pilihlah sunscreen dengan bahan-bahan nonkomedogenik.

    - Jangan gunakan lotion sunscreen yang dibuat untuk tubuh di wajah Anda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.