Nasi Merah Kaya Antioksidan, Khasiatnya Turunkan Berat Badan sampai Kolesterol

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nasi merah. shutterstock.com

    Ilustrasi nasi merah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasi merah salah satu asupan populer saat diet. Jenis nasi merah memiliki kandungan protein dan serat lebih tinggi ketimbang nasi putih. Selain serat, kandungan antioksidannya juga tinggi. 

    Diet nasi merah memiliki segudang potensi dalam menangkal radikal bebas karena tingginya kandungan flavonoid di dalamnya. Sebagai bonus, diet nasi merah juga dianggap ampuh menjaga hingga menurunkan berat badan. Ada banyak manfaat diet nasi merah untuk kesehatan, terutama karena kandungannya yang tinggi nutrisi.

    Berikut ini beberapa manfaat nasi merah 

    1. Tinggi serat
    Berbeda dengan nasi putih, nasi merah mengandung serat yang sangat tinggi. Bahkan, serat di dalamnya sudah memenuhi 10 persen kebutuhan serat harian manusia. Makanan yang tinggsi serat dapat mencegah masalah pada pencernaan. Selain itu, bagi mereka yang sedang menjalani diet nasi merah, tingginya serat membuat sensasi kenyang bertahan lebih lama sehingga berat badan terjaga.

    2. Kaya nutrisi penting
    Tak hanya serat, beras merah juga merupakan sumber zinc, zat besi, kalsium, magnesium, vitamin B, mangan, selenium, protein, dan juga potasium. Bahkan, kandungan zat besi dan zinc pada beras merah lebih tinggi ketimbang varietas beras lainnya.

    Tak kalah penting, tingginya zat besi ini membantu mengoptimalkan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kandungan mangan juga membantu pembekuan darah dan baik untuk metabolisme tubuh. Orang yang menjalani diet beras merah juga akan mendapat asupan kalsium serta magnesium yang cukup. Hal ini baik untuk pertumbuhan tulang sehingga lebih kuat dan sehat.

    3. Antioksidan
    Warna merah pada beras merah menunjukkan tingginya antioksidan atau senyawa flavonoid di dalamnya, disebut antosianin. Substansi ini membantu menangkal zat radikal bebas berlebih dan mencegah seseorang terkena penyakit kanker atau tumor. Berkat kandungan antosianin ini, beras merah memiliki 10% lebih banyak kandungan antioksidan. Senyawa yang sama ditemukan pada buah-buahan berwarna gelap seperti buah berries.

    4. Menurunkan kolesterol
    Diet nasi merah
    juga baik untuk menurunkan kolesterol jahat atau LDL dalam tubuh. Kandungan antosianin ternyata tak hanya bertindak sebagai antioksidan saja, tapi juga anti-peradangan serta mencegah penyakit jantung. Tak hanya itu, diet nasi merah juga dapat menekan risiko seseorang mengalami obesitas.

    5. Bagus untuk penderita diabetes
    Orang yang menderita diabetes sangat disarankan mengonsumsi beras merah karena kandungan indeks glikemiksnya hanya 55, sementara rata-rata varietas beras lain memiliki indeks glikemiks 70. Penderita diabetes masih bisa memilih alternatif pengganti nasi putih yang lebih aman seperti beras merah. Jangan lupa untuk mengatur porsi sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan.

    Ketika menjalani diet beras merah, tentu ada batasan berapa saja asupan yang diperlukan tubuh setiap harinya. Untuk ukuran porsi, setiap orang memiliki batasan yang berbeda. Ada yang mengonsumsi porsi kecil dengan frekuensi lebih sering, atau normal sebanyak 3 kali dalam sehari.

    Untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan maka dianjurkan untuk mengonsumsi beras merah sebanyak 158 gram atau setara dengan satu cangkir. Beras merah mengandung lebih banyak serat dan membuat kita menjadi lebih cepat kenyang.

    Dalam sebuah penelitian, 40 wanita yang mengalami kelebihan berat badan mengonsumsi 150 gram beras merah atau setara dengan 2/3 cangkir per hari selama enam minggu. Hasilnya mereka mengalami penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang signifikan dibanding dengan wanita yang mengonsumsi nasi putih.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.