Tips Menghindari Asupan Garam Berlebih agar Jauh dari Penyakit

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi garam. Shutterstock

    Ilustrasi garam. Shutterstock

    TEMPO.CO, JakartaGaram berfungsi menyedapkan makanan, selain mengandung yodium yang dibutuhkan tubuh. Namun jika dikonsumsi berlebihan garam bisa memicu beragam penyakit, terutama yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi seperti stroke dan jantung. Selain itu, konsumsi garam berlebihan juga meningkatkan risiko kanker usus, penyakit ginjal, dan penambahan berat badan.

    Karena itu, Anda disarankan mengonsumsinya dalam batas yang wajar. Berikut tips yang bisa Anda coba untuk mengurangi asupan garam, seperti dilansir Times of India, Selasa, 4 Februari 2020.

    1. Hindari makanan kemasan

    Saat ini banyak tersedia beragam makanan, mulai dari daging, buah, hingga sayuran dalam kemasan kaleng. Makanan-makanan tersebut biasanya diawetkan dengan garam dan penyimpanan yang lama membuat kadar sodiumnya meningkat. Jadi, Anda sebaiknya membeli makanan segar untuk menghindari asupan garam berlebih.

    ilustrasi makanan kaleng (pixabay.com)

    2. Membaca label

    Anda harus membaca label setiap makanan ketika membelinya. Dalam makanan olahan seperti keripik atau makanan ringan lainnya biasanya terdapat keterangan nilai gizi pada label. Disarankan untuk menjaga konsumsi garam di bawah 2.300 miligram atau kurang sehari. Carilah snack dengan keterangan tanpa garam tambahan yang berarti tidak ada garam yang ditambahkan selama pemrosesan, meski produk tersebut tidak harus bebas garam.

    3. Gunakan rempah-rempah

    Gunakan bumbu secukupnya. Selalu simpan bubuk cabai dan bubuk lada hitam di atas meja. Tambahkan ke dalam makanan Anda untuk menambah rasa. Jika resep membutuhkan sejumput garam, Anda bisa menggantinya dengan rempah seperti bubuk bawang, bubuk bawang putih, lada hitam, pala, jintan, bubuk kari, jahe, ketumbar, daun salam, daun hijau ajwain atau mustard kering.

    4. Gunakan garam wijen

    Orang Jepang biasa menggunakan garam wijen yang disebut dengan gomasio untuk mengurangi asupan garam. “Goma” artinya wijen dan “sio” berarti garam. Bumbu ini banyak digunakan dalam makanan vegetarian untuk menambah makanan juga kaya vitamin dan mineral. Mereka juga menggunakan lebih banyak jahe dalam makanan mereka.

    Gomasio terbuat dari 1 bagian garam dan 5 bagian wijen panggang yang dihaluskan. Anda bisa membelinya di took online.

    Selain gomasio, Anda juga bisa membuat bumbu herbal seperti ketumbar, peterseli, mint, ajwain, dan basil untuk memperkaya rasa makanan Anda tanpa harus menggunakan banyak garam. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.