Penyebab Wanita Berkumis, dari Hormon sampai Gangguan Ovarium

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita berkumis tipis. beardstyle.net

    Ilustrasi wanita berkumis tipis. beardstyle.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa wanita memiliki kumis, yang identik tumbuh pada pria. Meski sebenarnya terlihat manis, menjadi wanita berkumis seringkali mengalami penurunan rasa percaya diri terhadap penampilannya.

    Dalam dunia medis, suatu kondisi tumbuhnya rambut di bagian wajah dan tubuh tertentu pada tubuh seorang wanita disebut hirsutisme. Selain kumis, wanita yang mengalami hirsutisme juga dapat mengalami pertumbuhan rambut pada bagian tubuh lainnya, seperti dagu, dada, perut, lengan, dan punggung. Alih-alih halus, rambut yang tumbuh tersebut bertekstur kasar dan berwarna gelap.

    Pada beberapa kasus, penyebab wanita berkumis memang tidak dapat diketahui. Kendati demikian, ada beberapa kondisi yang menyebabkan wanita jadi berkumis, yakni:

    1. Faktor genetik
    Terkadang, wanita berkumis disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Ya, apabila Anda memiliki keluarga kandung, seperti ibu dan saudara perempuan yang berkumis, maka kemungkinan besar Anda akan mempunyai kondisi yang serupa. Wanita berkumis juga umum dialami oleh para perempuan dari Asia Selatan, Timur Tengah, dan wilayah Mediterania.

    2. Peningkatan hormon testosteron
    Penyebab wanita berkumis lainnya adalah peningkatan hormon. Munculnya kumis atau banyak tumbuh rambut pada tubuh wanita juga dapat disebabkan oleh tingginya jumlah testosteron (androgen) di dalam tubuhnya.

    Hormon testosteron normalnya berjumlah lebih banyak pada pria, dan berjumlah sedikit pada tubuh wanita. Ketika jumlah hormon testosteron banyak, maka menyebabkan kondisi hirsutisme. Peningkatan hormon androgen dan kondisi hirsutisme umum terjadi pada wanita yang mengalami dindrom PCOS (polycystic ovary syndrome), yang merupakan penyebab umum wanita mengalami ketidakseimbangan produksi hormon androgen.

    Wanita dengan PCOS juga memiliki masalah jerawat, menstruasi tidak teratur, diabetes, kenaikan berat badan, dan kesuburan. Selain PCOS, peningkatan hormon androgen juga terjadi pada wanita dengan sindrom Cushing, yaitu suatu kondisi di mana Anda memiliki kadar hormon stres kortisol dalam jangka waktu yang lama, atau tumor yang terletak pada kelenjar adrenal atau ovarium.

    3. Perubahan hormon
    Perubahan hormon saat menopause dapat menyebabkan munculnya rambut pada tubuh. Tak heran jika wanita yang mengalami perubahan hormon saat menopause akan berkumis.

    4. Penggunaan obat-obatan
    Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan perubahan hormon dalam tubuh. Akibatnya, perempuan bisa memiliki rambut di wajah atau tubuhnya. Jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan perubahan hormon, antara lain obat hormon seperti steroid anabolik, obat yang memicu pertumbuhan rambut seperti minoxidil, obat yang berisi hormon testosteron, danazol untuk mengatasi endometriosis, glucocorticoid, Cyclosporine, dan Phenytoin.

    5. Kondisi kesehatan lainnya
    Wanita berkumis juga dapat disebabkan oleh kondisi medis serius lainnya, seperti gangguan kelenjar adrenal atau ovarium. Jika dirasa cukup mengganggu penampilan, kondisi tumbuhnya banyak rambut pada wajah dan tubuh sebaiknya diperiksakan ke dokter.

    Umumnya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan, MRI, atau USG, pada ovarium dan kelenjar adrenal untuk mendeteksi apakah terdapat kista atau tumor pada kedua organ tersebut. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik serta tes darah yang bertujuan memeriksa kadar hormon Anda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.