Daftar Makanan yang Memicu Rasa Bahagia selain Cokelat Hitam

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bahagia. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bahagia. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang Inggris mengatakan, “You are what you eat". Anda adalah apa yang Anda makan. Makanan akan mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan Anda, terutama kesehatan. Khusus untuk kesehatan mental, faktornya ada banyak dan makanan termasuk di antaranya. Sebab beberapa hormon yang dikaitkan dengan perasaan bahagia, seperti serotonin, dopamin, dan endorphin juga dipengaruhi oleh makanan.

    Jadi, hidup Anda akan lebih bahagia jika mengonsumi makanan yang mengatur produksi hormon-hormon tersebut. Dilansir dari Indian Express, Ahad, 2 Februari 2020, berikut makanan sumber bahagia yang bisa Anda coba, terutama ketika bad mood.

    1. Cokelat hitam

    Ilustrasi makan cokelat. Shutterstock

    Cokelat hitam jadi makanan paling cocok bagi semua orang ketika mereka merasa tidak begitu bahagia. Kafein dalam cokelat hitam menjauhkan kantuk, membuat kita merasa lebih fokus dan siap. Cokelat hitam juga kaya akan antioksidan, yang memiliki kekuatan mengubah suasana hati.

    Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Depression & Anxiety menemukan bahwa orang dewasa yang makan cokelat hitam mengalami gejala depresi yang lebih sedikit dibandingkan yang tidak memakannya. Alasannya, cokelat hitam mengandung banyak bahan kimia alami seperti flavanol, kafein, dan theobromin yang dapat membantu meningkatkan suasana hati seseorang.

    2. Kacang-kacangan dan biji-bijian

    Ilustrasi kacang-kacangan. Unsplash/Peter Feghali

    Serotonin dianggap sebagai hormon bahagia yang dapat mengatur suasana hati dan memori. Segala sesuatu yang Anda makan akan mempengaruhi sistem pencernaan, pada akhirnya mempengaruhi sistem endokrin juga. Kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung banyak vitamin E, yang melindungi sel-sel dari stres oksidatif yang membuat otak sulit bernapas dan berfungsi secara normal.

    3. Ikan salmon

    Ilustrasi salmon goreng. Shutterstock

    Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 yang membantu relaksasi otot, pencernaan, pembekuan darah, dan kesuburan. Menurut meta-analisis yang diterbitkan dalam Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, orang yang mengkonsumsi lebih banyak ikan akan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gejala depresi. Ikan salmon akan membantu Anda menghasilkan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi tubuh secara alami.

    4. Blueberry

    AP/Pat Wellenbach

    Buah beri ini meningkatkan aliran darah ke otak sehingga memudahkan tubuh untuk memproduksi dopamin dan serotonin. Selain itu, blueberry kaya akan antioksidan, karbohidrat, dan serat sederhana yang bisa mengurangi peradangan dalam tubuh.

    Selain mengonsumsi makanan tersebut, Anda juga bisa mencoba hal lainnya seperti aromaterapi. Beberapa aroma dipercaya dapat langsung melepaskan dopamin dan serotonin dalam darah sehingga bisa mengurangi stres dan kecemasan. Anda dapat mencoba menghirup aroma tanaman lavender atau minyak esensial. Selain itu, Anda juga dapat mencium vanila yang, menurut penelitian, meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.