Mitos Ibu Hamil Dilarang Potong Rambut, Faktanya Bikin Rambut Terlihat Lebih Indah

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi potong rambut. shutterstock.com

    Ilustrasi potong rambut. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu mitos yang beredar di masyarakat tentang kehamilan adalah dilarang potong rambut saat hamil. Biasanya, ibu hamil akan merasa rambutnya lebih tebal saat usia kehamilan mencapai 15 minggu. Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang meningkat saat kehamilan, dan mengurangi kerontokan rambut.

    Mungkin ini menjadi salah satu alasan para bumil merasa gerah dan ingin potong rambut saat hamil. Namun, banyak tradisi dan budaya yang percaya bahwa rambut manusia sangatlah berharga dan bisa menyalurkan energi. Itulah sebabnya, potong rambut saat hamil dianggap bisa menghilangkan kekuatan dalam hidup dan mengurangi umur di dunia.

    Dalam beberapa kepercayaan, potong rambut saat hamil juga dipercaya bisa membawa kesialan. Tidak hanya itu, potong rambut saat hamil bahkan disebut mampu menyebabkan keguguran, komplikasi kehamilan, hingga matinya janin di dalam rahim. 

    Secara medis, potong rambut saat hamil bukanlah hal yang dilarang. Terkadang, perubahan hormon yang terjadi saat wanita hamil akan membuat rambut terlihat seperti kusam, rapuh, dan “tak bernyawa”. Tidak heran banyak wanita yang ingin potong rambut saat hamil, untuk mengembalikan kecantikan rambutnya.

    Selain itu, potong rambut saat hamil juga bisa membuat rambut bumil terlihat lebih indah, karena mampu menghilangkan bagian rambut yang kusam dan rapuh tadi. Aktivitas potong rambut saat hamil juga dianggap tidak membahayakan kesehatan bayi yang ada di dalam rahim.

    Meski begitu saat hamil, wanita tidak bisa melakukan perawatan rambut secara asal-asalan. Memang betul bahwa potong rambut saat hamil diperbolehkan. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

    Berikut ini adalah beberapa tips potong rambut untuk ibu hamil.

    1. Datanglah ke salon yang tidak ramai
    Memilih salon cukur rambut yang sepi sangat disarankan untuk ibu hamil. Sebab, berada di tempat yang ramai dengan perut yang besar, bisa membuat Anda merasa lelah. Selain itu, menunggu giliran berjam-jam sambil duduk bisa merugikan kesehatan bumil.

    2. Hindari penggunaan bahan kimia
    Saat ke salon, biasanya wanita tidak hanya ingin potong rambut, tapi juga mewarnai, mengeriting, atau meluruskan rambut. Beberapa perawatan rambut ini mungkin menggunakan bahan kimia, yang dianggap tidak baik untuk kesehatan bumil dan bayinya. 

    Masalah ini masih kontroversial di dunia medis. Ada dokter yang memperbolehkannya, ada juga yang tidak. Sebab, bahan kimia yang “dituangkan” ke rambut saat proses pewarnaan dianggap bisa terserap masuk ke dalam tubuh ibu, lewat pori-pori di kulit kepala. Tidak heran kalau banyak dokter yang menyarankan untuk menggunakan bahan pewarna alami

    Selain itu, bumil juga disarankan untuk tidak menggunakan keratin sebagai bahan pelurus rambut. Sebab, keratin mengandung senyawa formaldehida atau formalin berbahaya.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.