Pewarna Rambut Alami Belum Tentu Aman Digunakan, Apa Sebabnya?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mengecat rambut. (Teen Vogue)

    Ilustrasi mengecat rambut. (Teen Vogue)

    TEMPO.CO, JakartaRambut berwarna memberikan sentuhan khusus pada penampilan Anda. Namun pertanyaan yang paling sering muncul adalah "Apakah pewarna rambut aman?" Ini adalah salah satu hal yang Anda diberitahu untuk berhenti lakukan selama kehamilan dan ada sejumlah penelitian yang menghubungkannya dengan kanker tertentu, jadi dengan logika itu, sepertinya jawabannya adalah tidak.

    Namun, begitu Anda mulai menggali penelitian, Anda dengan cepat mulai menyadari bahwa ini sedikit lebih rumit dari itu dan sulit untuk menggeneralisasikan semua pewarna rambut itu buruk atau tidak aman. Ada sejumlah faktor lain yang perlu dipertimbangkan di sini — seperti seberapa sering Anda mewarnai rambut, berapa lama Anda membiarkannya, dan mungkin yang paling penting, bahan apa yang ada dalam pewarna Anda.

    Pia Theresa-Budde, Manajer Senior R&D Pengembangan Produk untuk Clairol dan stylist selebriti Priscilla Valles menjelaskan beberapa hal yang perlu Anda ketahui saat ingin mewarnai rambut. Pertama, bahan yang harus diperhatikan dalam pewarna rambut. "Bahan kimia utama yang harus dihindari dalam pewarna rambut Anda adalah amonia, paraben, PPD (atau para-phenylenediamine) dan PTD (para-toluenediamine)," kata Valles, seperti dilansir dari laman Purewow.

    Amonia adalah salah satu bahan yang lebih umum digunakan dalam pewarna rambut dan bekerja dengan menembus batang dan membuka kutikula untuk menyimpan warna. Di luar implikasi kesehatannya, bahan ini juga membuat rambut kering (dan merupakan salah satu penyebab utama di balik aroma menyengat yang banyak dari kita telah kaitkan dengan mewarnai rambut kita).

    Lantas bagaimana dengan pewarna rambut alami atau organik? Apakah lebih aman digunakan? Secara teknis, belum ada pewarna rambut yang semuanya organik — belum. "Agar pewarna rambut bekerja ada proses kimia yang harus dilakukan sehingga ada perubahan warna," jelas Valles.

    Sejauh pilihan "alami", "satu-satunya pewarna rambut yang dapat dianggap sepenuhnya alami adalah henna ," kata Theresa-Budde. "Namun, kinerja henna mungkin tidak ideal. Seperti pewarna dapat memudar lebih cepat, dan itu bisa datang dengan berbagai tantangan lain dalam proses pewarnaan saturasi warna sering tidak konsisten.

    Pilihan yang terbaik untuk Anda, sampai penelitian lebih lanjut telah dilakukan, adalah mencari pewarna rambut yang bahan-bahan beracunnya sedikit begitu juga dengan bahan kimia keras, seperti yang tercantum di atas.

    Catatan terakhir: Seperti halnya pewarna rambut apa pun, pastikan Anda mengikuti petunjuk pada kotak kemasan. Sarung tangan karet, misalnya harus digunakan dan waktu tunggu yang disarankan. Petunjuk itu untuk membimbing Anda. Dan jika Anda ingin mengambil tindakan pencegahan ekstra, lakukan tes patch sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.