Sudah Menyikat Gigi dengan Benar? 6 Kesalahan Ini Harus Dihindari

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sikat gigi. boldsky.com

    Ilustrasi sikat gigi. boldsky.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gigi dan gusi tidak hanya membantu Anda makan dan mencerna makanan secara perlahan, tetapi juga menjaga struktur tulang rahang Anda. Kesehatan gigi dan gusi juga bisa menjadi indikator kesehatan fisik Anda, sama dengan organ vital lainnya di tubuh Anda. Inilah alasan mengapa Anda harus rutih menyikat gigi, setidaknya setiap habis makan. 

    Selain mencegah gigi berlubang, perilaku ini bisa menghilangkan plak penyebab radang gusi, mengurangi risiko periodontitis, atau penyakit gusi, yang dapat mengakibatkan banyak masalah kesehatan, termasuk potensi risiko penyakit jantung.

    Tapi menyikat gigi tak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang ketika menyikat gigi, berikut lima di antaranya.

    1. Langsung menyikat gigi setelah makan

    Menyikat gigi segera setelah makan mungkin baik, tetapi menunggu 30 menit setelah makan adalah pilihan yang bijaksana. Jeda itu untuk memberi kesempatan pada air liur untuk membantu proses pencernaan. Langsung menyikat gigi setelah makan juga bisa melemahkan email gigi. 

    2. Menyikat terlalu singkat

    Terkadang ada orang yang menyikat gigi selama 45 detik. Namun, durasi terbaik Anda menyikat gigi untuk mendapatkan gigi yang lebih sehat dan bersih adalah dua menit.

    3. Menyikat terlalu kuat

    Anda tidak perlu menyikat gigi sambil mengerahkan semua tenaga karena tidak membersihkan plak yang tersangkut di gigi, tetapi justru merusak enamel gigi.

    Asosiasi dokter gigi di Amerika, seperti dilansir Medical Daily menyarankan Anda sebaiknya memegang kuas Anda pada sudut 45 derajat antara garis gigi dan gusi sebelum memindahkannya ke depan dan ke belakang di setiap gigi.

    4. Jarang ganti sikat gigi

    Sama seperti barang-barang lainnya, sikat gigi juga bisa mengalami keausan dan perlu diganti. Untuk gigi yang lebih sehat dan bebas infeksi, sebaiknya ganti sikat gigi setelah 3 sampai 4 bulan terutama jika bulu sikatnya sudah rusak.

    5. Menyimpan sikat gigi tidak benar

    Ketika sikat gigi disimpan dalam wadah tertutup, bakteri akan terbentuk di atas wadahnya. Itulah alasan sebaiknya Anda menyimpan sikat gigi di ruang terbuka dan dalam posisi tegak setelah digunakan sehingga dapat benar-benar kering.

    6. Bulu sikat yang keras

    Kerusakan gigi dan gusi dapat menyebabkan sensitivitas terhadap makanan atau minuman panas dan dingin. Untuk menghindarinya, pilih sikat gigi dengan bulu lembut agar plak dapat dibersihkan sambil menghindari kerusakan pada enamel.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.