Selain Virus Corona, Ketahui Penyebab Lain Pneumonia

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi batuk. health24.com

    Ilustrasi batuk. health24.com

    TEMPO.CO, JakartaVirus corona disebut sebagai salah satu penyebab pneumonia atau infeksi paru-paru. Menyebar di Wuhan, Cina, dan beberapa negara lain di dunia, virus baru ini belum ditemukan vaksinnya. Meski belum ditemukan kasus infeksi di Indonesia, virus ini membuat banyak orang khawatir karena penyebaran dan korbannya terus bertambah.

    Pneumonia adalah kondisi saat paru-paru terinfeksi dan menyebabkan peradangan pada alveolus, yaitu tempat pertukaran udara. Ketika alveolus meradang, maka bagian dalamnya akan terisi dengan cairan atau nanah yang membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas dan berpotensi mengancam nyawa.

    Selain sesak napas, gejala lain yang dapat ditimbulkan penyakit ini adalah berkurangnya nafsu makan, batuk berdahak, sakit kepala, nyeri dada, berkeringat atau menggigil, demam, merasa lelah, dan muntah atau mual.

    Di samping virus corona, ada virus lain yang juga dapat menyebabkan pneumonia, yaitu virus pemicu severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle East respiratory syndrome (MERS). Ketiga virus ini masih berasal dari keluarga virus yang sama. Selain itu, bakteri, jamur, ataupun virus lainnya juga dapat menginfeksi paru-paru dan menimbulkan pneumonia.

    Orang yang berusia lanjut, anak-anak, dan orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah sangat rentan mengalami pneumonia.

    Kondisi pneumonia ini merupakan salah satu komplikasi yang dapat dialami ketika penderita virus corona, SARS, ataupun MERS tidak segera ditangani. Perlahan-lahan, penderita virus corona, SARS, atau MERS akan mengalami kegagalan pada fungsi paru-paru.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.