7 Tanda Pelecehan Emosional seperti yang Dialami Selena Gomez

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selena Gomez dalam video klip lagu Lose You to Love Me. Youtube

    Selena Gomez dalam video klip lagu Lose You to Love Me. Youtube

    TEMPO.CO, Jakarta - Selena Gomez mengklaim mengalami pelecehan emosional saat masih bersama Justin Bieber. Ia menyadari hal itu berbahaya untuk kesehatan mentalnya. 

    "Berbahaya untuk tetap berada dalam hubungan itu. Bukan tidak merasa dihormati, tapi saya memang merasa korban pelecehan," ujar Selena Gomez dalam wawancara baru dengan NPR "Weekend Edition Sunday", seperti dikutip Pagesix, Senin, 27 Januari 2020.

    Pelecehan emosional sering kali lebih berbahaya daripada kekerasan fisik. Lebih bahaya lagi karena hal itu sering kali tidak disadari.

    Dalam sebuah survei tahun 2010 oleh National Intimate Partner and Sexual Violence Survey, 57 persen responden mengatakan mereka merasa sulit untuk mengidentifikasi tanda-tanda kekerasan dalam suatu hubungan. Sebagian alasan sulitnya melihat pelecehan emosional adalah seringnya hal itu tidak terlihat, bahkan sering dibilang sebagai rasa cinta.

    Berikut adalah ciri-ciri pelecehan emosional yang sering kita salah artikan sebagai rasa cinta.

    1. Semuanya Berjalan Dengan Cepat
    Cinta pada pandangan pertama seharusnya menjadi hal yang kita semua inginkan. Tapi ini bisa menjadi awal hubungan yang kasar dimulai. Tentu saja, tidak setiap hubungan yang dimulai dengan cara ini akan berubah menjadi kasar, tetapi jika segala sesuatunya bergerak secara cepat, Anda harus waspada. Jadi jika teman kencan Anda menyatakan cintanya sebelum kalian berdua memiliki cukup waktu untuk benar-benar mengenal satu sama lain, Anda perlu sedikit jaga jarak.

    2. Ingin Tahu Semua Tentangmu
    Pelaku pelecehan dapat memasukkan dirinya ke dalam hidup Anda dengan mendengar semua cerita Anda. Dia juga tidak akan pernah bosan mendengarkan dan membuat Anda merasa seperti orang yang paling menarik di dunia. Tapi hati-hati, karena pelaku akan mengingat semua yang Anda katakan kepadanya, dan di ujung jalan, ia akan menggunakannya untuk mengancam dan melawan Anda.

    3.Menghubungimu Setiap Waktu
    Jika Anda sedang menjalin hubungan dengan seseorang dan ponsel Anda penuh dengan teks "Selamat pagi!" meskipun Anda belum bangun, lalu ia menelepon pada jam makan siang dan ia selalu membalas SMS segera, itu hal yang bagus. Sampai semuanya mulai terasa mengganggu dan menyeramkan. Seperti ketika teks-teks itu menjadi "Mengapa kamu tidak menelepon saya kembali?" dan " Kamu di mana?" Jika pasangan Anda selalu ingin mengetahui semuanya, itu cenderung hubungan yang tidak sehat karena berpotensi cemburu dan posesif.

    4. Ingin Bersamamu Setiap Saat
    Jika pasangan tidak ingin Anda pergi dengan teman-teman Anda yang lain, atau tidak ingin Anda menghabiskan malam sendirian di rumah, mungkin terdengar manis.
    Tetapi ketika dia menolak untuk menghormati privasi Anda, atau lebih buruk lagi, ketika dia tidak memiliki kehidupan selain Anda, itu pertanda buruk. Dalam hubungan yang sehat, sepasang kekasih masih bisa melakukan kegiatannya sendiri.

    5. Mengatakan Tidak Ada yang Akan Mencintaimu Seperti Dia
    Meskipun ini mungkin terdengar romantis pada awalnya, itu sebenarnya adalah ciri khas dari pelaku kekerasan. Menurutnya Anda tidak pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik daripada caranya memperlakukan Anda dan Anda beruntung memilikinya. Dia menjebak Anda untuk percaya jika Anda tidak akan pernah menemukan orang yang lebih baik darinya.

    6. Melacak Keberadaanmu 24/7
    Ini terjadi bersamaan dengan mengirim pesan teks kepada Anda sepanjang waktu dan tidak ingin berpisah, namun pelaku akan ingin tahu persis dimana Anda sepanjang waktu saat Anda tidak bersamanya. Dia akan melakukan ini dengan kedok bahwa dia hanya mencarimu, mengkhawatirkanmu dan ingin memastikan bahwa kamu aman.

    7. Selalu Menyesal dan Meminta untuk Memulai Kembali
    Pasangan yang kasar tidak akan pernah ingin memutuskan sesuatu. Dia akan selalu bersedia memberi Anda "kesempatan lain", atau memohon Anda untuk memberinya kesempatan lagi. Dia akan memberikan permintaan maaf disertai air mata dan bunga untuk mendapatkan Anda kembali.


    Jika salah satu dari ciri di atas terdengar akrab bagi Anda, beri tahu anggota keluarga, teman, atau profesional medis terpercaya tentang apa yang terjadi. Karena itu bukanlah rasa cinta.

    ALFI SALIMA PUTERI | PAGESIX | YOUR TANGO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.