Ibu Hamil dan Anak Lebih Berisiko Terkena Virus Corona? Simak Kata Ahli

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas medis menangani pasien yang diduga terinfeksi virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, Cina, Jumat 24 Januari 2020. FOTO/ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii/aa

    Seorang petugas medis menangani pasien yang diduga terinfeksi virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, Cina, Jumat 24 Januari 2020. FOTO/ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii/aa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran virus corona yang sudah mendunia membuat banyak orang khawatir, khususnya kelompok yang lebih rentan terpapar oleh virus corona yakni ibu hamil dan anak-anak.

    Virus corona jenis baru yang pertama kali muncul di pusat kota Wuhan, Cina dapat ditularkan baik dari hewan ke manusia maupun antarmanusia. Virus tersebut dapat ditularkan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi maupun yang diduga terjangkit virus. Infeksi akibat virus corona secara umum, hampir tidak dapat dibedakan dari infeksi pernapasan lainnya. Dalam kasus-kasus ringan, dapat menyebabkan pilek, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan dan demam. 

    Melansir dari laman New York Times, Senin 27 Januari 2020 seorang Spesialis Penyakit Menular di Klinik Cleveland Dr. Steven Gordon, MD mengatakan jika ibu hamil secara sistem kekebalan tubuh menurun yang membuatnya lebih rentan terhadap segala jenis virus termasuk corona.

    Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Juni 2019 dalam Journal of Infectious Disease, ibu hamil, hampir 3,5 kali lebih mungkin berakhir di rumah sakit karena flu daripada yang tidak hamil. "Masuk akal jika wanita hamil berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi dari virus ini daripada yang tidak hamil. Tetapi Anda juga harus ingat bahwa risiko Anda secara umum untuk terkena penyakit ini sangat rendah," ucap Steven.

    Sementara itu untuk melindungi anak-anak, langkah apa yang bisa dilakukan orang tua?

    Kepala Divisi Penyakit Menular Anak di Sekolah Kedokteran Universitas Tufts dan anggota Komite Akademi Pediatrik Amerika untuk Penyakit Menular Dr. H. Cody Meissner, MD mengatakan para ahli masih belum jelas tentang bagaimana tepatnya virus ditularkan.  "Tetapi pada titik ini, Anda harus mengambil langkah yang sama dengan yang Anda ambil untuk melindungi anak Anda dari flu biasa," kata Meissner. 

    Meissner mengimbau orang tua untuk membiasakan anak-anak sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik. "Tangan harus dicuci sebelum anak-anak makan, setelah mereka menggunakan kamar mandi, masuk ke dalam dari luar atau sentuh sesuatu yang kotor seperti sampah," ucap Meissner.

    Jika Anda melihat seseorang batuk atau bersin, cobalah untuk menjaga anak-anak Anda sejauh mungkin dari mereka. "Kami percaya bahwa sekresi pernapasan dari coronavirus tidak dapat berjalan lebih dari enam kaki, atau 1,8 meter," Meissner menjelaskan. 

    Sementara itu, Profesor Kedokteran Pencegahan Penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center Dr. William Schaffner, MD mengatakan pastikan bahwa semua orang di rumah, termasuk Anda telah menerima vaksin flu. "Orang tua terbiasa dengan flu, jadi mereka tidak terlalu khawatir tentang itu. Tetapi mengambil langkah-langkah untuk melindungi anak-anak mereka dari itu jauh lebih penting," ungkap Schaffner.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.