Terlalu Banyak Konsumsi Kunyit Efeknya Iritasi Pencernaan sampai Batu Ginjal

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kunyit. Ndtv.com

    Ilustrasi kunyit. Ndtv.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kunyit tanaman rempah yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Mulai dari untuk meredakan mual, perut kembung, nyeri haid dan lainnya. Namun ternyata kunyit bisa menimbulkan sejumlah efek samping jika dikonsumsi berlebihan. 

    Sebetulnya, kunyit tergolong aman dan jarang menimbulkan efek samping yang serius. Tapi untuk beberapa orang, mengonsumsi kunyit terlalu banyak bisa memicu efek samping yang tidak mengenakkan. 

    Berikut sederet efek samping kunyit yang perlu Anda waspadai:

    1. Iritasi pencernaan
    Meski baik untuk pencernaan, kunyit dapat mengiritasi pencernaan jika dikonsumsi berlebih. Pasalnya, kunyit memiliki efek yang mampu merangsang lambung untuk memproduksi lebih banyak asam.

    2. Batu ginjal
    Kunyit tinggi akan oksalat. Senyawa ini dapat membentuk batu ginjal bila dikonsumsi secara berlebihan. Batu ginjal bisa memicu nyeri yang hebat dan rasa tidak nyaman. 

    3. Sakit kepala dan mual
    Efek samping kunyit berupa sakit kepala dan mual pun bisa terjadi saat kunyit dikonsumsi dalam dosis tinggi, misalnya di atas 450 miligram (mg). 

    4. Ruam kulit
    Konsumsi kunyit secara berlebih dilaporkan dapat memicu ruam kulit. Tapi efek samping kunyit ini tergolong jarang terjadi. 

    5. Intoleransi gluten dan penyakit celiac
    Bubuk kunyit yang dijual di pasaran bisa mengandung gandum, jelai (barley), dan gandum hitam (rye). Jika dikonsumsi oleh pengidap intoleransi gluten atau penyakit celiac yang ‘alergi’ gluten, bisa membuat kekambuhan atau memperburuk gejala. Pasalnya, gluten merupakan protein yang ditemukan pada gandum, jelai, dan gandum hitam. 

    6. Kanker
    Beberapa bubuk kunyit bisa saja mengandung pewarna makanan. Contohnya, pewarna makanan jenis metanil yellow atau acid yellow 36 yang sering digunakan saat pengolahan kunyit di India. Menurut beberapa penelitian pada hewan, metanil yellow berpotensi menyebabkan kanker bila dikonsumsi dalam dosis tinggi.

    7. Kontraksi
    Wanita hamil harus menghindari konsumsi kunyit. Rempah ini diyakini dapat merangsang kontraksi rahim, sehingga bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur dan keguguran.

    Berapa banyak dosis kunyit yang dianjurkan?

    Belum ada rekomendasi resmi mengenai seberapa banyak konsumsi kunyit yang diperbolehkan agar bermanfaat bagi kesehatan. Secara umum, Anda tidak boleh mengonsumsinya melebihi dosis yang tertera pada label suplemen. 

    Sementara menurut The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA), tingkat asupan kunyit harian yang disarankan adalah 3 mg per kilogram berat badan. Sebagai contoh, orang dengan berat 50 kg hanya boleh mengonsumsi kunyit sebanyak 150 mg per hari.

    Di sisi lain, suatu penelitian menyimpulkan bahwa dosis 3,600-8,000 mg per hari tidak menyebabkan efek samping serius. Sedangkan studi lainnya menunjukkan bahwa dosis tunggal 12,000 mg masih bisa ditoleransi.

    Efek samping kunyit tidak dapat Anda remehkan begitu saja. Sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya, orang-orang yang memiliki penyakit seperti gangguan pada empedu, diabetes melitus, masalah perdarahan atau gangguan pembekuan darah, kekurangan zat besi, Gastroesophageal reflux disease (GERD), Endometriosis, kanker payudara, kanker rahim dan kanker ovarium, serta ibu hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

    Jika Anda sedang rutin mengonsumsi obat tertentu, pastikan juga untuk berbicara dengan dokter sebelum mengonsumsi kunyit. Pasalnya, kunyit dapat berinteraksi dengan berbagai jenis obat.  Contoh obat tersebut meliputi obat-obatan untuk menangani penyakit infeksi (seperti HIV, malaria, dan tuberkulosis), depresi, asma, alergi, kanker, impotensi, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, migrain, kejang, dan banyak lagi.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.