Rutin Makan Oatmeal Bantu Berat Badan Cepat Turun, Pahami 2 Fasenya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi oatmeal. shutterstock.com

    Ilustrasi oatmeal. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Oatmeal jadi pilihan untuk menu diet karena rendah kalori dan lemak. Selain itu juga membantu menekan risiko penyakit jantung hingga kanker usus. Oatmeal terbuat dari oat yang telah dikeringkan, termasuk dalam gandum utuh yang kaya nutrisi. Bagi mereka yang menjalani diet tanpa nasi atau sedang mengurangi konsumsi karbohidrat, oatmeal untuk diet bisa jadi pilihan.

    Sesuai namanya, oatmeal untuk diet berarti menjadikan oatmeal sebagai menu utama Anda untuk satu atau dua kali waktu makan setiap harinya. Ada dua fase yang biasanya jadi tahapan oatmeal untuk diet:

    - Makan oatmeal untuk 3 kali waktu makan setiap harinya, selama satu pekan. Selama periode ini, Anda hanya bisa mengonsumsi oat utuh dan bukan oat instan yang tinggal diseduh. Untuk menemani oatmeal, Anda boleh mengkonsumsi buah.

    - Tahapan kedua adalah setelah seminggu pertama, oatmeal menjadi menu utama untuk satu hingga dua kali waktu makan per harinya. Oatmeal yang dikonsumsi boleh yang instan. Opsi menu lainnya adalah makanan bernutrisi dan rendah lemak. Selain itu, tambahkan pula sayur dan buah-buahan pada minggu kedua ini. 

    Saat menjalani oatmeal untuk diet, jumlah sajian yang direkomendasikan adalah ½ cangkir. Untuk sesi makan sarapan, dan makan siang, oatmeal menjadi menu utama yang dikonsumsi. Anda bisa memadukan oatmeal dengan susu, buah, kayu manis atau yogurt rendah lemak. Di sela-sela mengonsumsi oatmeal, jenis snack yang direkomendasikan adalah buah-buahan segar dan kacang-kacangan.

    Bagaimana dengan makan malam? Pada fase makan malam, Anda boleh menambahkan protein seperti ayam panggang, ikan, atau protein hewani lainnya. Sebagai bonus, Anda juga bisa mengonsumsi makanan pencuci mulut rendah kalori setelah makan malam.

    Tidak heran jika oatmeal untuk diet menjadi pilihan banyak orang karena kandungan nutrisinya sangat banyak. Dalam satu porsi oatmeal saja, terkandung 2 gram serat, 3 gram protein, 0 gram gula, 0 pesen kalori, 2 persen kalsium, 6 persen zat besi, dan 1,5 gram lemak. Manfaat dari mengonsumsi oatmeal untuk diet di antaranya adalah mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan kanker usus. Gandum utuh seperti oat juga dapat menurunkan tekanan darah dan baik untuk sistem pencernaan manusia.

    Risiko menjalani oatmeal untuk diet

    Meski demikian, selalu ingat bahwa diet harus dimulai dengan konsultasi bersama dokter. Jangan langsung memutuskan menjalani fase oatmeal untuk diet tanpa mempertimbangkan kondisi fisik Anda. Dokter akan mempertimbangkan rekam medis dan kondisi medis tertentu yang mungkin Anda miliki. Barulah nanti akan dibuat konsep oatmeal untuk diet yang tepat.

    Hal ini penting dilakukan karena oatmeal untuk diet berarti memberikan asupan kalori yang lebih sedikit pada tubuh. Artinya, Anda harus jeli mengimbangi asupan kalori setiap harinya dengan mengonsumsi menu yang ada dalam perencanaan diet.

    Diet ekstrem dengan hanya mengonsumsi satu jenis makanan bisa berbahaya bagi kesehatan. Akan ada perubahan metabolisme, komposisi tubuh, bakteri pencernaan, dan jumlah nutrisi yang masuk ke tubuh. Belum lagi, mengonsumsi oatmeal setiap harinya selama berminggu-minggu bukan perkara sepele. Perlu konsistensi untuk tetap mengonsumsi hal yang sama di tengah banyaknya menu makanan lain yang lebih menggiurkan. 

    Jika berhasil menjalani komitmen mengonsumsi oatmeal untuk diet, maka hal ini bisa membantu menurunkan berat badan. Kandungan dalam oatmeal membuat seseorang merasa kenyang lebih lama dibandingkan dengan makanan lain. 

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.