Menurut Studi Terbaru, Jadi Vegan Mempengaruhi Kualitas Tidur

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi vegan atau sayur (pixabay.com)

    ilustrasi vegan atau sayur (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Januari adalah bulan resolusi, dengan menjadi vegan menjadi salah satu pilihan paling populer di kalangan pemakan nabati. Memang minat terhadap veganisme dan pola makan nabati telah meroket dalam beberapa tahun terakhir, dan sekarang sepertinya itu bukan hanya kesehatan Anda dan lingkungan yang mendapat manfaat dari diet Anda. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan veganisme dapat membantu Anda mendapatkan tidur malam yang lebih baik.

    Jika Anda mempertimbangkan untuk beralih menjadi vegan, sebuah studi baru-baru ini dari American Journal of Lifestyle Medicine mungkin menjadi faktor penentu. Studi ini menemukan bahwa daging olahan dan makanan hewani dapat memperburuk kondisi tidur seperti apnea tidur obstruktif, gangguan di mana pernapasan Anda berhenti dan mulai saat Anda tidur. Tetapi produk apa yang harus dihindari untuk membantu Anda tertidur, dan apa yang bisa dikonsumsi?

    Phil Lawlor, seorang ahli tidur di perusahaan kasur Dormeo, mengatakan makanan berlemak lebih sulit dicerna, sehingga bisa membuat tubuh Anda terlalu sibuk untuk tidur. “Itu berarti potongan daging dan produk susu berlemak tinggi, seperti mentega dan keju, dapat mengganggu tidur Anda - terutama jika dikonsumsi berlebihan atau tiga jam sebelum tidur,” ujarnya seperti dilansir dari laman Bustle.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa pola makan vegan tidak akan langsung membuat Anda tidur nyenyak. Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin B12, yang oleh sebagian vegan dapat kurang dalam diet mereka, diperlukan untuk menjaga siklus tidur-bangun tetap sinkron. B12, yang biasanya dicerna melalui produk hewani, diperlukan untuk membantu mempercepat reaksi dalam tubuh, dan jika kurang dapat menyebabkan anemia dan kerusakan sistem saraf.

    Menurut Psychology Today, beberapa studi tidur menunjukkan korelasi antara Vitamin B12 rendah dan insomnia. Phil Lawlor mengatakan pemakan nabati dapat dengan mudah memasukkan sereal sarapan, ragi gizi dan susu nabati yang sering diperkaya dengan vitamin B12 untuk memastikan itu ada dalam makanan mereka.

    Dan, jika Anda bukan seorang vegan dan masih ingin tidur nyenyak, ada beberapa produk yang bisa Anda kurangi sebelum tidur. Salah satunya kopi. "Efeknya berbeda oleh orang, tetapi sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa kafein yang diminum 6 jam sebelum tidur memiliki efek mengganggu yang penting pada tidur,” ujar Lawlor, dan menambahkan bahwa mengkonsumsi gula dan alkohol sebelum tidur juga dapat mengganggu tidur.

    Sementara mengkonsumsi asam amino Tryptophan juga dapat membantu Anda tidur nyenyak, kata Lawlor. Kandungan ini dapat ditemukan pada ikan berminyak, unggas dan telur. Tetapi untuk pemakan nabati, ada cara untuk menemukannya di tempat lain dalam biji, kacang, kedelai, dan kacang-kacangan.

    Baik Anda pemakan daging atau vegan, memiliki kebiasaan tidur yang baik akan membantu meningkatkan malam-malam Anda yang gelisah dan susah tidur. "Mulailah olahraga teratur, makan dan minum dengan baik, menciptakan lingkungan tidur yang cocok, memungkinkan diri Anda untuk bersantai sebelum tidur, dan berpegang teguh pada rutinitas tidur," kata Lawlor. "Jika Anda tidak bangun dengan perasaan segar atau secara teratur kesulitan untuk tidur, ini mungkin merupakan gejala dari kebiasaan tidur yang buruk. Sebaiknya berbicara dengan dokter Anda jika Anda khawatir dengan kualitas tidur yang buruk."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.