Jangan Asal Tanam Benang, Botox, dan Filler, Cek Persiapannya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suntik botox. shutterstock.com

    Ilustrasi suntik botox. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanda-tanda penuaan seperti garis-garis halus dan kerutan muncul seiring dengan pertambahan usia. Kondisi tersebut terjadi karena penurunan produksi kolagen secara alami sehingga elastisitas kulit pun ikut menurun. Tapi tak perlu khawatir, tanda-tanda penuaan bisa diatasi dengan perawatan wajah seperti tanam benang, Botox, dan filler.

    "Memasuki usia 30-an, pergantian sel kulit dan produksi kolagen kita mulai melambat, dan inilah yang mendorong banyak orang mulai berpikir metode perawatan," ucap ahli estetika wajah, Wahyu Iskandar. 

    Tanam benang atau thread lift belakangan ini tengah hits. Ini adalah metode perawatan kulit non-bedah untuk membantu menyamarkan tanda penuaan wajah dengan menanamkan benang khusus yang dapat diserap kulit.

    Selanjutnya, filler adalah prosedur non-bedah untuk mengisi kulit dengan kolagen agar keriput berkurang. Sementara Botox adalah nama merek toksin botulinum dan diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum. Botox diberikan dengan cara suntikan untuk menghilangkan kerutan di wajah. Efeknya bisa bertahan 3-6 bulan dan memerlukan sunting ulang.

    Namun, Wahyu mengimbau jangan asal perawatan sebab banyak klinik atau ahli estetika yang tidak sesuai atau tidak bersertifikasi. Tidak ada jaminan keamanan pada treatment yang mereka lakukan.

    Berikut tips persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum memutuskan mencoba metode perawatan:

    1. Pilih klinik yang bersertifikasi

    Anda bisa mencari tahu klinik dan dokter bedah estetika yang telah bersertifikat. Selanjutnya, periksa media sosial dan situs web dokter untuk melihat apakah pekerjaan mereka cocok dengan estetika yang Anda inginkan. 

    2. Konsultasi dan bikin jadwal

    Setelah Anda mendapat klinik yang dimaksud, Wahyu menyarankan jangan langsung treatment. Buatlah jadwal bersama-sama.

    "Kalau dari kami ada tahapan konsultasi dulu yang mempertanyakan lagi keyakinan pasien. Karena jangan-jangan si pasien sebenarnya tidak butuh-butuh amat perawatan tersebut," ucapnya.

    Selain itu, Anda mungkin perlu mengunjungi klinik hingga enam kali setahun untuk perawatan yang berbeda. Dokter kulit Anda harus menguraikan semua pilihan Anda, termasuk perawatan yang tidak terkait dengan botox, filler, atau tanam benang.

    3. Edukasi

    Jika Anda gelisah tentang perawatan, cari tahu apa yang terjadi setelah perawatan termasuk efek sampingnya. Anda bisa mengajukan pertanyaan pada sesi konsultasi. "Dalam sesi konsultasi juga terdapat edukasi yang akan memberi pilihan kepada pasien. Termasuk juga meredakan kekhawatiran mereka," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.