6 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Mencuci Tangan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi cuci tangan (pixabay.com)

    ilustrasi cuci tangan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda dianjurkan sering mencuci tangan, misalnya sebelum dan sesudah makan, setelah ke toilet, setelah ke luar rumah, atau setelah menyentuh kotoran. Tapi, kebanyakan dari kita mencuci tangan seadanya dan yakin bahwa itu benar. Padahal, ada banyak kesalahan yang mungkin kita lakukan saat mencuci tangan.

    Dilansir dari Times of India, berikut adalah kesalahan mencuci tangan paling umum yang kita temui.  

    1. Hanya sebentar
    Sebuah studi oleh Michigan State University menemukan bahwa 95 persen orang tidak mencuci tangan cukup lama sehingga tidak efektif membunuh kuman. Menurut Centre for Disease Control and Prevention atau CDC, Anda harus mencuci tangan setidaknya selama 20 detik untuk membunuh kuman. Namun, studi itu menyebutkan bahwa waktu mencuci tangan rata-rata tercatat hanya 6 detik.

    2. Melupakan celah tangan
    Menggosok telapak tangan saja tidak cukup, Anda juga harus menyentuh area tersembunyi di antara jari-jari. Kuman senang bersembunyi di bawah kuku dan buku-buku jari. Gosoklah area tersebut untuk membersihkan kuman, kotoran, dan lemak.

    3. Tidak dikeringkan
    Meskipun Anda mencuci tangan dengan benar, kuman masih bisa berkembang jika Anda tidak mengeringkannya dengan benar. Jika ada opsi menggunakan kertas tisu atau pengering, pilihlah kertas. Handuk kertas mengeringkan lebih baik dibandingkan dengan pengering udara. Tapi jika Anda menggunakan pengering pastikan seluruh area terkena.

    4. Mencuci tangan hanya setelah dari toilet
    Bukan hanya ke toilet, Anda juga perlu mencuci tangan setiap kali menyentuh permukaan fasilitas publik seperti tombol lift, gagang pintu, ATM, atau pegangan kereta. Fasilita umum jadi tempat perpindahan kuman yang paling mudah.

    5. Menggunakan sabun dari dispenser isi ulang
    Siapa yang menyangka dispenser sabun cair di kamar mandi ternyata berisiko jadi sarang bakteri. Sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa dispenser sabun isi ulang dari botol sabun cair besar dapat meningkatkan bakteri 26 kali lipat dibandingkan dengan dispenser sekali pakai. Jadi, bawalah sabun kertas sendiri saat Anda bepergian atau menggunakan toilet umum.

    6. Menyentuh permukaan lain setelah cuci tangan
    Sehabis mencuci tangan biasanya kita menyentuh permukaan lain, misalnya kran atau gagang pintu, yang bisa jadi tempat kuman. Jadi, setelah mencuci tangan, berhati-hatilah menutup kran atau membuka pintu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara