Tidur dan 2 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan setelah Makan, Alasannya?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menikmati makanan di restoran. Unsplash/Pablo Merchan

    Ilustrasi wanita menikmati makanan di restoran. Unsplash/Pablo Merchan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan orang memperhatikan jenis makanan, harus yang bernutrisi seimbang untuk menjaga kesehatan. Tahukah Anda, selain jenis makanan, cara makan dan aktivitas Anda setelah makan pun ikut menentukan?

    Mungkin banyak kebiasaan usai makan yang sering Anda dengar, baik dari orangtua maupun teman. Beberapa di antaranya bisa saja benar, tetapi ada juga yang tidak tepat. Berikut adalah tiga kebiasaan yang sebaiknya tidak Anda lakukan setelah makan.

    1. Tidur

    Banyak orang yang makan larut malam, lalu pergi tidur setelahnya. Langsung tidur setelah makan dapat mengganggu proses pencernaan, salah satunya kemunculan penyakit GERD (gastoesophageal reflux disease).

    GERD dapat terjadi ketika asam lambung naik ke tenggorokan ketika Anda berbaring ketika kondisi perut sedang kenyang atau penuh. Gejala GERD meliputi nyeri ulu hati (heartburn), sulit menelan, serta terasa seperti ada yang mengganjal di tenggorokan.

    Pada penderita asma, serangan asma juga bisa memburuk saat malam hari ketika Anda mengalami GERD.

    2. Minum teh

    Minum teh setelah makan memang nikmat, tetapi dapat memberikan dampak kurang sehat. Alasannya adalah karena teh mengandung tanin dan polifenol (senyawa fenolik) yang dapat mengganggu penyerapan zat besi.

    Akibatnya, terlalu sering mengonsumsi teh bisa meningkatkan risiko kekurangan zat besi dalam tubuh Anda.  

    3. Olahraga berat

    Langsung melakukan olahraga dengan intensitas berat sehabis makan juga sebaiknya dihindari. Kenapa?

    Pasalnya, makanan masih berada dalam lambung dan belum sepenuhnya dicerna. Aktivitas fisik yang berat dapat memberikan tekanan pada lambung sehingga memicu muntah.

    Sehatq


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.