Meghan Markle Dilanda Kecemasan Sebelum Mundur dari Kerajaan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Meghan Markle dan Pangeren Harry saat mengunjungi Kedutaan Besar Kanada di London. Instagram/@sussexroyal

    (dari kiri) Meghan Markle dan Pangeren Harry saat mengunjungi Kedutaan Besar Kanada di London. Instagram/@sussexroyal

    TEMPO.CO, Jakarta - Alasan Meghan Markle dan Pangeran Harry mundur sebagai anggota senior Kerajaan Inggris, pekan lalu, dikaitkan dengan isu kesehatan mental yang dihadapi keluarga itu.

    Seorang teman Meghan dan Pangeran Harry mengatakan kepada Daily Mail bahwa Meghan hidup tidak nyaman di Inggris. Dia tidak dapat tidur nyenyak dan mulai mengalami serangan kecemasan tentang masa depannya selama beberapa bulan sebelum keduanya membuat pengumuman yang mengejutkan itu.

    Oktober lalu, Meghan Markle menjadi berita utama karena menangis saat menonton film dokumenter yang mengangkat tentang perjalanannya ke Afrika bersama Pangeran Harry dan putra mereka, Archie Mountbatten-Windsor. Selama wawancara dengan Tom Bradby dari ITV, dia mengatakan tidak dapat menahan bibirnya bergetar dan mengakui bahwa pers Inggris mempengaruhi dirinya secara emosional.

    Menurut sebuah laporan, air mata itu hanyalah permulaan. Teman dekat mereka itu juga mengatakan bahwa perasaan negatif Meghan adalah faktor pendorong untuk pengumuman baru-baru ini. "Dia tidak ingin membesarkan Archie di sana dan dia tidak ingin mondar-mandir. Dia akan melakukan kunjungan panjang tetapi hanya itu,” kata teman itu, seperti dikutip Vanity Fair, Senin, 13 Januari 2020.

    Dia juga mengatakan, ibu Meghan, Doria Ragland, yang seorang instruktur yoga di Amerika Serikat, merasa khawatir pada Meghan. “Dan dia merasa lega bahwa putrinya menempatkan kesehatan mental dan kesejahteraannya terlebih dahulu.”

    Bryony Gordon, seorang jurnalis dan teman Pangeran Harry yang pernah mewawancarainya tentang pengalamannya sendiri dengan terapi di podcastnya, membela keputusan mereka untuk mundur dalam tweet.

    "Sebuah keluarga muda telah memilih untuk memprioritaskan kesehatan mentalnya, dan saya tidak bisa memikirkan cara yang lebih indah atau penting untuk melayani masyarakat," katanya. “Pasangan ini melakukan begitu banyak pekerjaan luar biasa, terutama dalam mempromosikan kesehatan mental yang baik. Tampaknya aneh bahwa siapa pun dihina karena berjuang untuk kebahagiaan mereka sendiri.”

    Meghan Markle dan Pangeran Harry pernah berbicara tentang kesehatan mental mereka dan dampak negatif liputan media Inggris terhadap mereka. Untuk membantu memastikan bahwa mereka tetap di Instagram, mereka hanya melihat berita positif. Akun Meghan dan Harry, Sussex Royal, sekarang hanya mengikuti satu akun – Good News Movement. Halaman ini berfokus terutama pada acara-acara berita kehidupan nyata, yang mencakup kisah-kisah para dokter yang berpikir cepat menyelamatkan nyawa dan orang-orang yang mengumpulkan uang untuk kebaikan.

    VANITY FAIR | HELLO MAGAZINE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.