Usai Mundur dari Kerajaan Inggris, Meghan Markle Fokus dengan Badan Amal Sussex Royal

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meghan Markle berbincang dengan sejumlah veteran perang saat menghadiri Field of Remembrance di Westminster Abbey di London, Inggris 7 November 2019. Dalam kesempatan ini, Meghan Markle mengenakan mantel Boucle Alpaca biru tua dari koleksi Sentaler, dilengkapi dengan ikat pinggang tipis, sepatu bot kulit hitam dari koleksi Tamara Mellon; sarung tangan kulit; dan topi beludru yang elegan dengan kerudung jala dari koleksi Philip Treacy. Wigglesworth/Pool via REUTERS

    Meghan Markle berbincang dengan sejumlah veteran perang saat menghadiri Field of Remembrance di Westminster Abbey di London, Inggris 7 November 2019. Dalam kesempatan ini, Meghan Markle mengenakan mantel Boucle Alpaca biru tua dari koleksi Sentaler, dilengkapi dengan ikat pinggang tipis, sepatu bot kulit hitam dari koleksi Tamara Mellon; sarung tangan kulit; dan topi beludru yang elegan dengan kerudung jala dari koleksi Philip Treacy. Wigglesworth/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Meghan Markle dan Pangeran Harry mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mudur dari kehidupan kerajaan. Pasangan ini mengumumkan hal tersebut dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Instagram dan di situs web Sussex Royal, Rabu, 8 Januari 2020.

    Dalam pengumuman itu, Meghan Markle dan Pangeran Harry mengatakan setelah berbulan-bulan merenungkan dan diskusi internal, mereka telah memilih untuk melakukan transisi tahun ini dalam mulai mengukir peran baru yang progresif dalam lembaga ini. “Kami bermaksud untuk mundur sebagai anggota 'senior' dari Keluarga Kerajaan dan bekerja untuk menjadi mandiri secara finansial, sambil terus sepenuhnya mendukung Ratu," bunyi pernyataan itu.

    Meghan Markle dan Pangeran Harry akan membagi waktu mereka antara Inggris dan Amerika Utara, sambil terus menghormati tugas mereka kepada Ratu, Persemakmuran, dan perlindungan mereka. "Keseimbangan geografis ini akan memungkinkan kami untuk mengasuh putra kami dengan penghargaan atas tradisi kerajaan tempat ia dilahirkan, sementara juga memberi keluarga kami ruang untuk fokus pada bab berikutnya, termasuk peluncuran entitas amal baru kami," lanjut mereka.

    “Kami  berharap akan membagikan rincian lengkap dari langkah selanjutnya yang menarik ini pada waktunya, karena kami terus bekerja sama dengan Yang Mulia Ratu, Pangeran Wales, Duke of Cambridge dan semua pihak terkait. Sampai saat itu, terimalah yang ungkapan terima kasih terdalam kami, atas dukungan Anda yang berkelanjutan.”

    Meski Meghan Markle dan Pangeran Harry belum mengumumkan fokus entitas amal mereka, tetapi situs web mereka menyinggung beberapa fokus seperti lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan kesetaraan gender. Mereka juga belum mengumumkan secara publik apa manfaat amal mereka.

    Namun, pernyataan di situs web Sussex Royal, di bawah tab "Komunitas", menguraikan ketertarikan Markle dan Pangeran Harry di masa lalu. Situs web Royal Sussex berbunyi: "Melalui aksi komunitas lokal dan global, perubahan progresif dapat dicapai jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Pada tahun 2020, Duke dan Duchess of Sussex berencana untuk membentuk entitas amal mereka untuk menanggapi kebutuhan yang mendesak ini."

    Melansir laman Insider, situs web Sussex Royal melanjutkan dengan menggambarkan penyebab-penyebab yang dipromosikan oleh Duke dan Duchess of Sussex: "Rangkaian komunitas yang didukung oleh Duke of Sussex termasuk kelompok-kelompok yang mempromosikan kesejahteraan lingkungan dan sosial. Sementara mendukung pekerjaan Pangeran Harry di bidang-bidang ini, The Duchess of Sussex terus memfokuskan energi tertentu pada pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, seperti yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun. "

    Pada bulan Juni 2019, Meghan Markle dan Pangeran Harry mengajukan merek dagang nama yayasan amal mereka, Sussex Royal. Aplikasi merek dagang untuk Sussex Royal diterbitkan pada 20 Desember dan dapat ditemukan di situs web Kantor Kekayaan Intelektual Inggris. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa nama Kerajaan Sussex berpotensi mencakup berbagai layanan, termasuk penggunaan nama Kerajaan Sussex untuk kampanye kesadaran publik, dan layanan untuk pendidikan, amal, dan kepedulian sosial.

    Aplikasi ini juga mencakup berbagai produk lainnya, termasuk bahan cetak bermerek Sussex Royal, seperti buku, majalah, jurnal, dan publikasi lainnya; dan pakaian, termasuk pakaian khusus seperti anoraks, kaus, celana panjang, ikat kepala, dan bahkan piyama.

    Meghan Markle dan Pangeran Harry mengajukan merek dagang 'Sussex Royal' satu hari setelah mengundurkan diri dari badan amal yang mereka bagi dengan Duke dan Duchess of Cambridge. Menurut catatan dari Kantor Kekayaan Intelektual, Sussex Royal diajukan untuk merek dagang pada 21 Juni - ssehari setelah Markle dan Pangeran Harry secara resmi mengundurkan diri dari The Royal Foundation, badan amal yang juga dikelola oleh Duke dan Duchess of Cambridge.

    "Akhir tahun ini, The Royal Foundation akan menjadi kendaraan amal dan filantropi utama untuk Duke dan Duchess of Cambridge," kata perwakilan untuk Istana Kensington dalam sebuah pernyataan pada 20 Juni. Pernyataan itu melanjutkan: "Duke dan Duchess of Sussex akan mendirikan yayasan amal baru mereka sendiri dengan dukungan operasi transisi dari The Royal Foundation."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.