Tren Fobia yang Bermunculan di 2019, Ada Ketakutan pada Medsos

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menolak makanan atau fobia makan. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menolak makanan atau fobia makan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang mengalami ketakutan, apakah itu takut terbang karena turbulensi, sendirian di kegelapan, atau berbicara di depan umum. Kecemasan adalah perasaan universal yang dialami pada suatu saat dalam hidup kita.

    Namun, jika Anda cenderung mengalami panik ketika dihadapkan dengan situasi atau objek tertentu, Anda mengalami memiliki fobia spesifik. Fobia spesifik adalah jenis gangguan kecemasan yang didefinisikan sebagai ketakutan ekstrem atau tidak rasional atau keengganan terhadap sesuatu. Ketakutan irasional ini dapat mengganggu hubungan pribadi, pekerjaan, dan sekolah, dan mencegah Anda menikmati hidup.

    Kita semua akrab dengan beberapa yang lebih umum, takut ketinggian atau akrofobia, takut berada di ruang tertutup atau claustrophobia, dan takut ruang terbuka tanpa tempat untuk melarikan diri atau agorafobia. 

    Seiring perubahan gaya hidup, kita mengalami beberapa ketakutan dan kecemasan baru. Melansir laman Times of India, Rabu, 8 Januari 2020, berikut jenis ketakutan atau fobia yang semakin menjadi umum dan banyak terdiagnosis pada 2019. 

    1. Nomophobia

    Nomophobia adalah ketakutan yang muncul karena tidak memegang ponsel. Pada tingkat tertentu ini bisa diterima, misalnya jika Anda merasa tidak nyaman atau terganggu karena ponsel Anda tertinggal di rumah. 

    Tetapi jika Anda berkeringat hanya memikirkan semua panggilan dan pesan yang tidak terjawab, Anda mungkin menderita nomofobia. Fobia ini merupakan ketakutan yang intens karena sedang tidak memegang perangkat seluler Anda.

    2. Eco-anxiety

    Ketika kita membaca begitu banyak tentang perubahan iklim dan dampaknya,  ketakutan tentang konsekuensi perubahan iklim pun jadi semakin umum. Hal ini diamati lebih banyak pada generasi yang lebih muda. Mereka mengalami serangan panik tentang pemanasan global yang akan mengosongkan sumber daya alam.

    3. Neophobia Makanan

    Gangguan ini adalah ketakutan untuk mencoba makanan baru yang semakin terkenal karena presentasi umum pada anak-anak. Hal ini dibedakan dari makan cenderung pilih-pilih, tidak makan, bahkan enggan makan makanan yang umum dan sudah dicoba.

    4. Carbophobia

    Dengan tren diet dan tekanan sosial yang besar, sebagian orang berpikir bahwa semua karbohidrat menjadi buruk. Bahkan banyak orang mengalami rasa takut yang intens untuk makan karbohidrat.

    5. Editiovultaphobia

    Editiovultaphobia adalah ketakutan akan media sosial. Orang yang mengalami fobia ini merasa takut dihakimi dan diawasi secara konstan oleh teman atau orang asing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.