Puput Nastiti Devi Operasi Caesar, Intip Risiko dan Perawatannya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra pertama Ahok dan Puput Nastiti Devi itu lahir dengan berat 3,66 kilogram dan panjang 51 centimeter melalui persalinan operasi Caesar. Instagram/@Puput_Nastitii

    Putra pertama Ahok dan Puput Nastiti Devi itu lahir dengan berat 3,66 kilogram dan panjang 51 centimeter melalui persalinan operasi Caesar. Instagram/@Puput_Nastitii

    TEMPO.CO, Jakarta - Istri Basuki Cahaya Purnama atau Ahok, Puput Nastiti Devi, melahirkan melalui operasi Caesar pada Senin, 6 Januari 2020, di RSU Bunda, Jakarta. Putra pertama pasangan yang menikah pada 25 Januari 2019 itu lahir dengan berat 3,66 kilogram dan panjang 51 centimeter. Mereka menamainya Yosafat Abimanyu Purnama. 

    Tak lama setelah sang bayi lahir, Ahok terlihat melakukan skin to skin contact, seperti dalam unggahan foto di akun Instagram @puput_basukipurnama. Sementara Puput masih berbaring di tempat tidur saat dijenguk anggota DPR RI Djarot Saiful Hidayat, Senin. 

    Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, anggota DPRD DKI Ima Mahdiah, dan anggota DPR RI Djarot Syaiful Hidayat menjenguk kelahiran putra Komisaris Utama Pertamina Ahok di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda, Jakarta, 6 Januari 2020. Instagram/@PrasetyoEdiMarsudi,

    Selain bayi, ibu juga membutuhkan perawatan khusus setelah melahirkan agar dapat pulih dengan baik, secara fisik maupun mental. Khusus untuk melahirkan dengan operasi Caesar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain istirahat dan makan dengan gizi seimbang, seperti berikut ini.

    1. Pencegahan gumpalan darah

    Salah satu risiko terbesar dari persalinan melalui operasi Caesar adalah terbentuknya gumpalan darah di kaki. Untuk mencegahnya, dokter dapat memberikan alat kompresi khusus yang akan membuat aliran darah di tubuh tetap lancar. Selain itu, Ibu juga disarankan untuk mulai banyak bergerak.

    2. Perawatan untuk kram pasca-persalinan

    Pada 24 jam pertama pascaoperasi, rasa nyeri umumnya akan muncul di lokasi operasi. Selain nyeri, rasa kram di perut juga dapat terjadi akibat rahim yang menyusut selepas persalinan. Untuk mengatasinya, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri.

    3. Pencegahan infeksi pada luka operasi

    Setelah proses persalinan selesai, ada satu hal yang perlu diwaspadai, yaitu tanda-tanda infeksi pada luka bekas operasi. Untuk mencegah terjadinya infeksi, Anda perlu menjaga kebersihan luka bekas operasi dan mewaspadai tanda infeksi, seperti demam, pembengkakan, dan nyeri. Segera berkonsultasi dengan dokter apabila gejala infeksi mulai muncul.

    4. Risiko pada minggu pertama pasca persalinan

    Minggu pertama pasca operasi Caesar, merupakan waktu paling berisiko terhadap perdarahan. Untuk mencegahnya, Anda perlu membatasi aktivitas fisik hingga 6-8 minggu setelah melahirkan.

    5. Kondisi mental pasca persalinan

    Baik pada ibu yang melahirkan secara vaginal maupun Caesar, kondisi mental sangatlah penting untuk diperhatikan. Apabila ada perkataan kerabat atau teman yang dirasa menyinggung, bicarakan pada suami atau orangtua, untuk mengurangi beban pikiran.

    Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, untuk mengetahui lebih rinci cara menghadapi masa-masa awal menjadi seorang ibu, dari sisi kesiapan mental.

    Perawatan pasca persalinan perlu dilakukan bagi setiap ibu setelah melahirkan. Pasangan juga harus mendukung sepenuhnya, agar masa pemulihan dapat berlangsung dengan baik. Jangan lupa untuk kontrol ke dokter secara rutin, untuk memastikan tidak ada komplikasi yang sedang maupun akan terjadi.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara