Cara Mengatasi Kulit Pecah-pecah di Bibir hingga Tumit

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kulit kering. Shutterstock

    Ilustrasi kulit kering. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kulit pecah-pecah sering dialami orang ketika cuaca dingin seperti saat ini. Selain karena kulit kering, kondisi ini terjadi akibat aktivitas lain. Umumnya, area yang sering mengalaminya adalah bibir, tumit, dan jari. Tapi tak perlu khawatir, Anda bisa menggunakan beberapa cara berikut untuk mengatasinya.

    1. Gunakan pelembap

    Pelembap adalah solusi andalan banyak orang untuk atasi kulit kering dan pecah-pecah. Anda bisa mengoleskan pelembab dua sampai tiga kali sehari sehabis mandi. Pelembab yang berbahan dasar minyak kelapa, minyak zaitun, ataupun shea butter bisa menjadi pilihan tepat. Selain aromanya menyenangkan, teksturnya lembut.

    2. Lepaskan kulit mati

    Bila kulit pecah-pecah muncul di tumit atau kaki, Anda bisa secara perlahan mengelupas kulit mati. Rendam kaki selama 20 menit dalam air dan setelahnya, Anda dapat menggunakan batu apung atau sponge mandi untuk melepaskan kulit mati.

    Setelahnya, keringkan kulit dan gunakan pelembab. Anda dapat melakukannya secara rutin satu atau dua kali seminggu.

    3. Petroleum jelly

    Selain pelembab, Anda juga bisa menggunakan petroleum jelly untuk melindungi dan menyimpan kelembapan kulit yang dapat membantu kulit pecah-pecah.

    Anda dapat menggunakannya untuk kulit pecah-pecah di bibir, tetapi pastikan kandungan di dalamnya tidak memicu alergi.

    Caranya, oleskan petroleum jelly pada kulit pecah-pecah dan bungkus dengan perban, kain kasa bersih, atau kaos kaki. Gunakan petroleum jelly sebanyak tiga kali sehari seusai mandi.

    4. Liquid bandage

    Liquid bandage dapat mengatasi kondisi ini dengan cara menempelkan kulit yang pecah-pecah satu sama lainnya. Anda bisa menemukan liquid bandage di apotek.

    Bacalah instruksi yang tertera pada label dan oleskan liquid bandage dengan kuas kecil. Biarkan liquid bandage mengering di kulit. Hindari menggunakan liquid bandage dengan krim atau minyak.

    5. Hindari mencuci tangan terlalu sering

    Mencuci tangan terlalu sering, terutama dengan sabun antibakteri atau dengan pembersih tangan dapat memicu kulit pecah-pecah. Sebaiknya hindari mencuci tangan terlalu sering serta cuci baju dan piring dengan sarung tangan karet.

    6. Atur gaya hidup

    Jangan salah, Anda perlu mengatur gaya hidup yang benar untuk menghindari dan mengatasi kulit pecah-pecah.

    Hindari terpapar sinar matahari terlalu lama serta mandi menggunakan air yang sejuk, bukan hangat atau panas. Jangan lupa untuk minum air secukupnya dan mengurangi stres dan konsumsi alkohol.

    7. Krim hidrokortison

    Krim hidrokortison mengandung kortikosteroid yang mampu mengurangi pembengkakan dan iritasi, karenanya krim ini dapat digunakan jika kulit pecah-pecah sudah sampai memerah atau gatal.

    Anda bisa membeli krim hidrokortison di apotek dan ikuti petunjuk dari label yang dicantumkan. Anda dapat mengoleskan pelembab di atas krim hidrokortison. Namun, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan krim ini.

    8. Obat antijamur

    Terkadang, kulit pecah-pecah bisa diakibatkan oleh kutu air. Bila kulit pecah-pecah diakibatkan oleh kutu air, Anda bisa mengoleskan obat antijamur berupa terbinafine, dan sebagainya.

    Jika kulit pecah-pecah makin parah atau muncul secara terus-menerus meskipun sudah diberikan penanganan di atas, coba periksakan ke dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Hal ini untuk mengetahui apakah ada penyakit lain yang menyebabkan pecahnya kulit Anda.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.