Hailey Baldwin Terusik Komentar Netizen, Kondisi Mental Terganggu

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hailey Baldwin melakukan pemotretan untuk menghormati kematian Putri Diana untuk Vogue Paris. Instagram / @haileybieber / @gstyles

    Hailey Baldwin melakukan pemotretan untuk menghormati kematian Putri Diana untuk Vogue Paris. Instagram / @haileybieber / @gstyles

    TEMPO.CO, Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Hailey Baldwin mengungkapkan pengalamannya tentang efek buruk media sosial. Menurut istri Justin Bieber ini banyak kata-kata penuh kebencian secara online. Ia juga mengungkapkan tekanan untuk menjalani kehidupan publik di era digital.

    Hal ini diketahui dari unggahan di laman Instagram-nya, Jumat, 3 Januari 2020. "Saya akan mengatakan bagian favorit saya yang ada adalah hubungan manusia. Saya benar-benar suka berhubungan dengan orang lain, saya suka menemukan minat bersama antara saya dan orang lain, mendengar cerita orang, saya suka tertawa dengan orang lain, dan saya suka menangis dengan orang lain. Saya merasa sangat sangat dalam,” katanya sebagai pembuka.

    Hailey Baldwin mengaku ia ikut merasa bahagia ketika teman-teman dan keluarganya bahagia. Begitu juga sebaliknya, ia ikut merasa hancur ketika mereka terluka dan sedih. Dia melanjutkan bahwa dia merasa sakit ketika dia berpikir netizen tidak memahami niatnya.

    "Alasan saya berbagi ini adalah karena Instagram, Twitter, dan lain-lain seperti tempat berkembang biaknya kekejaman terhadap satu sama lain, dan karena orang tidak meluangkan waktu untuk terhubung satu sama lain pada tingkat yang jujur sebelum mereka menggunakan kebencian, itu mulai merusak apa yang bisa menjadi interaksi dan koneksi manusia yang benar-benar indah, "tulisnya.

    Model berusia 23 tahun ini mengaku terusik dengan ujaran kebencian yang ditujukan untuknya. Meski ia mencoba berpikir bahwa kebencian itu tidak mengganggunya. “Sakit rasanya diusik di internet, dibandingkan dengan manusia lain setiap hari, melihat orang membuat kesimpulan dan asumsi,” kata Hailey Baldwin.

    Baldwin menggunakan platformnya untuk berbicara secara terbuka tentang tekanan yang sangat nyata dari sebuah gambar di media sosial dan akibatnya bagi kesehatan mental.

    "Sungguh menyakitkan disebut nama, dan merasa seperti Anda tidak memenuhi standar tertentu .. daftarnya terus bertambah. Saya hanya membagikan ini karena itu sering membebani hati saya dan karena itu penting untuk jujur tentang bagaimana hal-hal ini mempengaruhi kita secara mental dan emosional, "katanya.

    Terakhir, Hailey Baldwin berharap pengalamannya ikut menyuarakan keresahan orang lain yang mengalami hal serupa. Ini bukan pertama kalinya ia terbuka tentang kesehatan mental. Melansir laman Insider, sebelumnya, ia pernah mengungkapkan kegelisahannya di Instagram. "Saya rapuh, saya sakit hati, saya takut, saya ragu, saya cemas, saya sedih, saya marah,” tulisnya dalam unggahan Instagrm Januari 2019.

    "Saya memiliki lebih banyak hari daripada yang bisa saya hitung di mana saya menemukan diri saya menelusuri Instagram membandingkan diri saya sendiri, membandingkan penampilan saya, merasa seperti saya tidak merasa cukup baik seperti saya kekurangan begitu banyak hal dan benar-benar berjuang untuk menjadi percaya diri dalam diri saya karena saya terus-menerus merasa seperti saya tidak cukup baik,” tulisnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.