Diet Mediterania Tren di 2019, Bisa Kita Mulai Lagi di Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan diet. shutterstock.com

    Ilustrasi makanan diet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selamat memasuki tahun baru 2020. Bagi Anda yang telah memiliki resolusi diet 2020, apakah sudah mulai dijalankan? Jika masih belum menemukan diet yang cocok, Anda bisa mengikuti diet Mediterania yang hits di tahun lalu.

    Seperti dilansir dari laman Healthline, surat kabar di Amerika Serikat telah merilis peringkat tahunan diet yang mencantumkan diet Mediterania di urutan teratas.

    Diet Mediterania didasarkan pada makanan tradisional yang digunakan orang-orang di negara-negara seperti Italia dan Yunani pada 1960. Para peneliti mencatat bahwa orang-orang ini sangat sehat dibandingkan dengan orang Amerika dan memiliki risiko rendah terhadap banyak penyakit akibat gaya hidup.

    Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat menyebabkan penurunan berat badan dan membantu mencegah serangan jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan kematian dini.

    Tidak ada satu cara yang tepat untuk mengikuti diet Mediterania, karena ada banyak negara di sekitar Laut Mediterania dan orang-orang di daerah yang berbeda mungkin telah memakan makanan yang berbeda.

    Berikut panduan makanan diet Mediterania yang mulai bisa Anda coba di tahun baru ini. 

    - Makan: Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, kentang, roti, bumbu, rempah-rempah, ikan, makanan laut, dan minyak zaitun extra virgin.

    - Makan secukupnya: Unggas, telur, keju, dan yoghurt.

    - Jarang makan: Daging merah 

    -Jangan makan: Minuman yang dimaniskan dengan gula, gula tambahan, daging olahan, biji-bijian olahan, minyak sulingan dan makanan olahan lainnya.

    Hindari makanan berikut ini.

    - Gula tambahan: Soda, permen, es krim, gula meja dan banyak lainnya.

    - Biji-bijian olahan: Roti putih, pasta yang dibuat dengan gandum olahan, dll.

    - Lemak trans: Ditemukan dalam margarin dan berbagai makanan olahan.

    - Minyak sulingan: Minyak kedelai, minyak canola , minyak biji kapas dan lainnya.

    - Daging olahan: Sosis olahan, hot dog, dll.

    - Makanan olahan: Apa pun yang berlabel "rendah lemak" atau "diet" atau yang sepertinya dibuat di pabrik.

    Anda harus membaca label makanan dengan hati-hati jika Anda ingin menghindari bahan-bahan yang tidak sehat tersebut.

    Sebagian besar penelitian menganjurkan makanan nabati yang sehat dan makanan hewani yang relatif rendah. Namun, makan ikan dan makanan laut dianjurkan setidaknya dua kali seminggu.

    Jangan lupakan juga, gaya hidup Mediterania juga melibatkan aktivitas fisik yang teratur, berbagi makanan dengan orang lain dan menikmati hidup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.