Minum Susu dan Hal Ini Harus Dihindari saat Haid, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 24_ksesehatan_ilustrasinyerihaid

    24_ksesehatan_ilustrasinyerihaid

    TEMPO.CO, Jakarta - Menstruasi atau haid kadang-kadang disertai dengan nyeri perut, kembung, lesu, nyeri payudara, dan suasana hati yang berubah-ubah. Jadi jangan heran jika selama haid Anda hanya ingin tiduran seharian atau berdiam diri di rumah.

    Namun, ternyata hal itu justru memperparah keluhan yang datang saat haid. Anda disarankan berolahraga karena itu terbukti dapat membantu mengurangi kram dan nyeri. Olahraga bahkan juga mampu membuat suasana hati menjadi lebih baik.

    Selain olahraga, ada beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat haid, termasuk mengonsumsi susu dan makanan asin. Apa lagi?  

    1. Mengonsumsi makanan asin

    Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin bisa membuat gejala haid menjadi lebih buruk. Makanan asin mendorong terjadinya retensi air yang dapat memperburuk kembung dan kram yang dirasakan oleh wanita saat menstruasi. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan asin, apalagi dalam jumlah tinggi, pada saat haid.

    2. Mengonsumsi kafein

    Apakah Anda wanita pecinta kopi? Jika iya, sebaiknya hindari dulu mengonsumsi kopi ketika menstruasi. Sebab kafein yang terdapat dalam kopi, teh, soda, dan minuman mengandung kafein lainnya dapat mempengaruhi hormon seks selama menstruasi , serta bisa menurunkan aliran darah pada rahim..

    3. Berhubungan seks

    Terdapat beberapa studi yang menunjukkan bahwa berhubungan seks saat menstruasi dapat meningkatkan risiko tertular penyakit menular seksual. Peningkatan risiko ini terjadi karena penyakit yang ditularkan melalui darah lebih mudah berpindah.

    Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menahan dulu keinginan untuk berhubungan intim ketika sedang menstruasi demi menghindari berbagai penyakit.

    4. Menggunakan douche

    Hindari menggunakan douche selama menstruasi karena secara umum douche malah akan mengganggu keseimbangan mikroorganisme normal yang ada dalam vagina. Hal ini tentu bisa memicu terjadinya infeksi.

    5. Berdiam diri

    Ketika menstruasi, umumnya wanita memang ‘mager’ alias malas gerak. Namun, olahraga terbukti dapat membantu mengurangi kram dan nyeri yang dialami saat haid. Olahraga bahkan juga mampu membuat suasana hati menjadi lebih baik. Jadi, ayo bangun dan bergerak saat datang bulan tiba.

    6. Menggunakan pembalut terlalu lama

    Mengganti pembalut secara teratur merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan area kewanitaan. Namun, sebagian wanita lupa atau secara sengaja menggunakan satu pembalut untuk waktu yang lama, bahkan sampai seharian.

    Hal ini bisa menyebabkan infeksi bakteri atau jamur. Sebaiknya, patuhi larangan saat haid ini dengan mengganti pembalut sebanyak 3-4 jam sekali ketika menstruasi.

    7. Waxing

    Ketika menstruasi, perubahan hormon membuat tubuh lebih peka terhadap rasa sakit dan kulit menjadi lebih sensitif. Oleh sebab itu, saat melakukan waxing Anda akan merasakan sakit yang berlipat ganda. Jadi, hindarilah melakukan waxing atau kegiatan lain yang bisa menambah rasa sakit saat menstruasi.

    8. Mengonsumsi susu dan produk berbahan susu

    Selama menstruasi, Anda sebaiknya menghindari mengonsumsi susu maupun produk berbahan susu. Sebab susu dapat membuat perut terasa kembung.

    Kandungan gas yang banyak dalam perut karena pengaruh hormon bisa diperburuk dengan mengonsumsi susu atau produk berbahan susu. Hal ini bahkan juga dapat memicu terjadinya kram atau iritasi usus.

    9. Begadang

    Tidur merupakan hal yang penting untuk membuat tubuh beristirahat dan memulihkan energi. Begadang atau tidur lebih sedikit dari biasanya bisa meningkatkan hormon stres kortisol. Hal ini dapat memicu terjadinya ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan gejala premenstruasi semakin berat.

    10. Merokok

    Merokok memang merupakan kebiasaan yang buruk. Bukan hanya tidak baik untuk kesehatan merokok juga bisa membuat gejala haid terasa lebih buruk.

    Sebuah studi dari jurnal Tobacco Control menemukan bahwa wanita perokok cenderung mengalami dismenore yang lebih menyakitkan daripada wanita yang tidak merokok. Jadi sebaiknya Anda patuhi larangan saat haid ini.

    Berbagai larangan saat haid tersebut sebaiknya Anda patuhi agar menstruasi berjalan lebih ringan, dan Anda tetap dapat beraktivitas sebagaimana mestinya.

    Akan tetapi, jika menstruasi terasa tak biasa, sangat menyakitkan, pendarahan berat untuk waktu yang lama, atau membuat Anda tak bisa beraktivitas, sebaiknya periksakan diri Anda pada dokter.

    Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menemukan penyebab dan meresepkan obat untuk meredakan gejala menstruasi yang Anda alami.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.