Wanita Menopause Sulit Tidur? Coba Atasi dengan Makanan Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menopause. shutterstock.com

    Ilustrasi menopause. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan yang telah measuki periode menopause sering kali mengalami kesulitan tidur. Hal itu terjadi akibat perubahan hormon yang dapat mempengaruhi banyak hal, mulai dari tingkat stres, suasana hati, suhu tubuh, hingga mengganggu jam biologis tubuh. 

    Namun, masalah gangguan tidur bisa diatasi dengan makanan. Sebuah laporan di The New York Times, yang mengutip sebuah penelitian, 77.860 wanita pascamenopause, menyimpulkan bahwa perempuan menopause yang mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah, ada risiko yang lebih rendah untuk menderita insomnia.

    Laporan yang sama menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik rendah seperti kacang-kacangan, sayuran dan roti gandum terdiri dari karbohidrat. Makanan ini diserap perlahan dan menyebabkan kadar glukosa dan insulin lebih rendah dan naik lebih lambat. 

    Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini melibatkan peserta mengisi kuesioner panjang mengenai apa yang mereka makan dan seberapa sering. Mereka juga berbagi tingkat insomnia, baik pada awal penelitian dan tiga tahun kemudian.

    Sebagian dari mereka menjalani diet makanan dengan indeks glikemik terendah, sebagian lagi tinggi. Hasilnya ditemukan bahwa mereka yang memiliki indeks glikemik tertinggi dalam makanan berisiko 11 persen lebih rentan untuk menderita insomnia.

    Namun, beberapa makanan indeks glikemik rendah, seperti susu dan biji-bijian tidak terkait dengan penurunan insomnia. Mereka yang makan lebih banyak buah-buahan dan sayuran memiliki kemungkinan 14 persen lebih kecil untuk menderita insomnia.

    Namun, temuan-temuan penelitian ini hanya menunjukkan sebuah asosiasi. “Percobaan terkontrol acak yang meneliti pola diet sehubungan dengan insomnia diperlukan untuk mengklarifikasi temuan ini,” komentar para penulis, seperti dilansir Indian express, Senin, 30 Desember 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.