Memasak Bisa jadi Terapi Kesehatan Mental, Simak Manfaat Lainnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi koki/memasak. Shutterstock.com

    Ilustrasi koki/memasak. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada saatnya Anda mengalami hari-hari buruk. Alih-alih berbelanja di mal dan menghabiskan uang, lebih baik keluarkan buku resep dan memasak di dapur. Para ahli mengatakan, memasak adalah pengalaman yang menyenangkan secara emosional. Aktivitas itu juga bisa menjadi terapi yang ajaib bagi kesehatan mental Anda. 

    Selain sebagai terapi kesehatan mental, memasak juga punya banyak manfaat lainnya. Dilansir dari Indian Express, berikut lima di antaranya.

    1. Kepuasan

    Ketika memasak sesuatu, Anda bisa melihat hasilnya di depan mata. Ini membuat suasana hati Anda jadi lebih baik. Masakan Anda adalah sesuatu yang patut dikagumi dan sehingga memberi Anda kepuasan instan.

    2. Proses kreatif

    Memasak dianggap sebagai proses kreatif yang membuat Anda nyaman dan fokus. Ini membantu Anda melawan kecemasan dan stres. Penelitian telah menunjukkan bahwa memanggang memiliki efek menenangkan pada seseorang dan itu membuat mereka merasa lebih mampu dan lebih bahagia.

    3. Memasak untuk orang lain

    Ketika Anda melakukannya untuk orang lain, ada rasa kepuasan dan kesejahteraan mental yang aneh. Ini memperkuat ikatan Anda dengan orang lain dan membantu membangun koneksi. Selain itu, itu membuat Anda menyadari nilai Anda dan merasa kuat.

    4. Menjaga otak tetap sehat

    Kesehatan otak secara langsung terkait dengan makanan yang Anda konsumsi. Saat Anda memasak, Anda tahu persis bahan apa yang Anda tambahkan ke dalam makanan. Anda juga sangat menyadari kebutuhan diet dan intoleransi setiap orang (jika ada). 

    5. Menghemat uang

    Tak perlu dikatakan, alih-alih memesan makanan di setiap hari, memasak bisa menghemat uang. Menghamburkan uang yang tidak perlu bukanlah hal baik untuk kantong Anda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.