7 Makanan yang Harus Dihindari Para Penyintas Kanker

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com

    Ilustrasi kanker payudara. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski dinyatakan bebas dari sel kanker, para penyintas penyakit ini tetap harus menjaga pola makan dan gaya hidup. Hal itu penting untuk menghentikan perkembangan mutasi sel kanker. 

    Farhani Djohan adalah penyintas kanker payudara yang sudah merambat ke getah bening. Namun, dia tak putus harapan pada 2018. Usai menjalani pengangkatan payudara dan sel kanker di getah bening, kondisi Farhani menunjukkan tanda-tanda positif.

    Usai operasi, Farhani harus menjalani radioterapi selama sebulan dan kemoterapi dalam setahun terakhir. Pada pertengahan 2019, dia pun terbebas dari sel kanker aktif. Kendati begitu, dokter yang menanganinya memberikan resep hidup sehat bagi penyintas kanker.

    "Bagi penderita kanker ada 5P yang menjadi pantangan yakni pengawet, penyedap, pemanis, pewarna dan pembakaran (makanan yang terkena api langsung)," ungkapnya kepada Bisnis.

    Farhani yang sangat suka dengan minuman yang manis, mau tak mau harus mulai mengontrol kandungan gula yang masuk ke dalam tubuhnya. Sejak saat itu, dia juga berhenti mengkonsumsi daging merah. Dia mengungkapkan terdapat beberapa pantangan bagi penderita kanker antara lain:

    1. Hindari daging 

    Daging sapi, kerbau, babi, ayam dan ikan ternakan menjadi pantangan utama. Dalam memacu pertumbuhan hewan ternak dibutuhkan obat-obatan kimia untuk meningktkan bobot hewan.

    Sebab hormon dan suntikan antibiotik yang diberikan pada ternak untuk merangsang fisik hewan yang berdampak sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

    2. Makanan berpengawet dan fermentasi

    Makanan ini diolah dari bahan tidak segar bahkan kadang diberi pengawet menjadi sumber karsinogen. Seperti, ikan asin yang kita makan mengalami penguraian di dalam tubuh kita menjadi bahan allergen yang mengundang reaksi imunitas tubuh.

    3. Susu dan produk olahannya

    Susu hewan, susu sapi dan produk olahan seperti keju, yogurt dan kefir. Menurutnya, susu hewan di dalam usus kita menjadi mucus yg susah dibersihkan, terutama di dalam saluran gastro-usus. Kanker makan pada lendir mucus.

    Dengan mengurangi susu dan menggantikan dengan susu kacang tawar (kedelai atau almond) sel kanker akan kelaparan.

    4. Gluten 

    Gluten adalah protein tambahan yang dimasukkan ke dalam tepung terigu agar mudah diolah menjadi aneka makanan. Namun gluten justru susah diolah di dalam tubuh manusia. Gluten juga memicu tubuh memproduksi mucus.

    5. Gorengan

    Hindari makan gorengan. Saya sekarang menumis pakai air. Sebab, minyak & mentega, minyak samin /ghee yang dipanaskan berubah menjadi lemak trans dan membuat makanan menjadi oksidasi. Setelah api kompor mati, tuangkan 2-3 sdm minyak zaitun ke dalam masakan.

    6. Gula

    Gula adalah makanan sel kanker. Dengan mengurangi gula, berarti juga mengurangi pasokan makanan penting bagi sel kanker. Pengganti yang lebih natural yaitu madu.

    7. Garam meja

    Garam meja putih saat ini telah saya hindari dan saya ganti dengan garam pink himalaya. Selain itu, untuk menghindari mutasi sel, dia menyarankan untuk berhenti meminum softdrink dan alkohol.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.