Paula Verhoeven Lahiran, Ini Manfaat Skin To Skin Contact untuk Bayi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paula Verhoeven. Instagram.com/@paulaverhoeven

    Paula Verhoeven. Instagram.com/@paulaverhoeven

    TEMPO.CO, JakartaPaula Verhoeven melahirkan anak pertamanya melalui operasi caesar. Hal ini diketahui dari vlog di Youtube Baim Paula, pada Kamis 27 Desember 2019. Selama proses melahirkan, suami Paula, Baim Wong turut mendampingi dan mendapat pengarahan khusus terkait proses persalinan. 

    Dalam tayangan vlog itu, dokter spesialis anak
    dr. I.G Ayu Partiwi, SpA, MARS yang mendampingi proses kelahiran Paula Verhoeven mengatakan pada Baim Wong jika bayi mereka lahir dengan sehat maka akan dilakukan skin to skin contact dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) lebih dulu pada ibunya. Setelah dari dada ibu dan bayi sudah tenang, bisa pindah ke dada ayahnya juga. "Jadi gak ada istilah "bau tangan" pada bayi," imbuh dr Tiwi. 

    Melansir dari laman Baby Gooroo, Sabtu 28 Desember 2019 selama kehamilan, bayi sedekat mungkin dengan ibu mereka, mendapatkan kehangatan, makanan, perlindungan, dan oksigen dari tubuh ibu mereka. Kemudian, persalinan terjadi dan bayi tiba-tiba menemukan diri mereka tanpa akses langsung ke kebutuhan-kebutuhan penting tersebut. 

    Tidak mengherankan bahwa penelitian demi penelitian telah menunjukkan sejumlah manfaat bagi bayi yang mengalami perawatan skin to skin contact atau kulit-ke-kulit (kadang-kadang disebut "perawatan kangguru ") dengan ibu mereka. Ketika bayi dipeluk tanpa busana di kulit ibu mereka, itu adalah waktu terdekat mereka untuk bisa kembali dalam kehangatan dan keamanan rahim.

    Kapan saja memungkinkan, ibu dan bayi harus berhubungan langsung setidaknya 1-2 jam pertama setelah lahir. Dalam perawatan kulit-ke-kulit, bayi ditempatkan di dada telanjang ibu, di antara payudaranya. Selimut harus menutupi keduanya untuk kehangatan. 

    Jika ibu tidak dapat memberikan perawatan kulit ke kulit, karena komplikasi persalinan atau kelahiran, maka Ayah dapat masuk. Dalam beberapa menit, akan terlihat manfaat perawatan kulit ke kulit, suhu tubuh, pernapasan, dan detak jantung bayi stabil. Selain meningkatkan ikatan bonding antara ibu dan anak, berikut terdapat 6 manfaat penting bagi ibu dan anak yang melakukan skin to skin contact usai melahirkan.

    1. Peningkatan fungsi jantung dan paru-paru
    Bayi mengalami transisi dramatis setelah lahir saat mereka bersiap untuk menghirup udara pertama di luar rahim. Bayi yang dipegang dari kulit ke kulit oleh ibu mereka cenderung untuk beradaptasi lebih cepat daripada mereka yang tidak.  Bayi juga cenderung memiliki detak jantung dan pernapasan yang lebih normal dan lebih stabil. Manfaat ini berlaku untuk bayi prematur dan bayi yang lahir cukup bulan.

    2. Stabilisasi suhu tubuh
    Selama kehamilan, seorang ibu menjaga suhu bayinya dengan berkeringat ketika panas dan menggigil dan bergerak ketika dingin. Setelah lahir, bayi belum mendapatkan kemampuan yang sama, sehingga mereka tidak dapat menyesuaikan suhu tubuh mereka sendiri. Bahkan, ketika harus menjaga kehangatan bayi baru lahir yang rentan, tubuh ibu lebih baik daripada penghangat buatan. 

    3. Pengaturan gula darah
    Bayi menggunakan gula darah untuk energi. Sebelum lahir, mereka mendapatkan glukosa melalui plasenta; setelah lahir, mereka mendapatkannya dari ASI mereka. Jika glukosa bayi Anda membutuhkan (misalnya, energi yang dibutuhkan untuk tetap hangat) melebihi apa yang bisa ia dapatkan dari ASI ia akan mengalami gula darah rendah. 

    Risiko gula darah rendah lebih tinggi untuk bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional karena kadar insulin yang lebih tinggi dalam darah mereka. Ketika jumlah ibu yang menderita diabetes gestasional pada kehamilan bertambah, jumlah bayi yang berisiko mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) juga meningkat. Perawatan kulit-ke-kulit pada jam-jam setelah kelahiran dapat membantu menstabilkan kadar gula darah bayi Anda .

    4. Inisiasi menyusui
    Video menarik oleh UNICEF menunjukkan bayi yang baru lahir berjalan menuju payudara ibunya dan menempel tepat setelah lahir. Setiap bayi baru lahir ketika diletakkan di perut ibunya, segera setelah lahir, memiliki kemampuan untuk menemukan payudara ibunya sendiri dan memutuskan kapan harus menyusui pertama. Insting alami bayi yang waspada dapat bantu dia mencari, mengunci, dan menyusui, asalkan dia berhubungan dekat dengan ibunya. Bahkan banyak bayi di NICU dapat menerima menyusui oral pertama mereka di payudara .

    5. Transfer bakteri baik
    Cara lain agar bayi terpapar bakteri ibu mereka adalah melalui kontak kulit ke kulit setelah lahir. Bakteri di vagina dan di kulit berbeda dari bakteri yang ditemukan di rumah sakit, sehingga paparan awal membantu bayi mengembangkan berbagai bakteri sehat. Para ahli percaya bahwa bakteri baik ini dapat melindungi dari penyakit alergi. 

    6. Menangis lebih sedikit
    Studi menunjukkan bahwa bayi yang melakukan kontak kulit ke kulit, terutama oleh ibu mereka, cenderung menangis lebih sedikit daripada mereka yang terpisah dari ibu mereka. Memiliki bayi "di kamar " dengan ibu di rumah sakit atau room in dapat membantu memastikan bahwa ibu dapat menanggapi kebutuhan bayinya dan sering melakukan kontak kulit ke kulit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.