Menopause Tak Hanya Bikin Kulit Gatal, Ada 4 Hal Lain yang Berubah

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menopause. shutterstock.com

    Ilustrasi menopause. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menopause adalah kondisi alami, di mana periode menstruasi berhenti permanen karena penurunan aktivitas folikel ovarium. Beberapa faktor seperti pembedahan, infeksi, cacat hormon, racun, kekurangan nutrisi dan faktor sosial ekonomi juga bertanggung jawab untuk memicu kondisi pada tahap awal.

    Menopause karena perubahan hormon biasanya menyebabkan gejala seperti gatal pada kulit, kekeringan pada vagina, hot flashes dan keringat berlebih di malam hari. Pruritus atau gatal adalah gejala utama selama menopause karena produksi pelumas yang tidak mencukupi, menyebabkan vagina mengering dan jaringan di sekitarnya menjadi lebih tipis dan lebih sensitif serta rapuh.

    Hal ini juga dipengaruhi estrogen, hormon yang memiliki banyak fungsi untuk tubuh, sistem reproduksi wanita serta untuk produksi minyak tubuh alami dan kolagen, yang mencegah kulit menjadi lebih kering dan sensitif. Sebanyak 90 persen hormon estrogen diproduksi di ovarium sedangkan sisanya diproduksi di lemak, ginjal, dan hati.

    Namun seiring bertambahnya usia wanita atau mencapai usia menopause (45-60), efektivitas ovarium menurun yang menyebabkan penurunan produksi hormon esensial ini. Karena berkurangnya kadar estrogen, daerah-daerah yang memiliki reseptor estrogen tinggi seperti wajah, alat kelamin dan anggota tubuh bagian bawah terkena dampak lebih membuat kulit gatal dan kering.

    Menopause menyebabkan banyak jenis perubahan kulit. Berikut ini beberapa perubahannya seperti dilansir dari laman Boldsky.

    1. Ruam: Terjadi ketika kulit menjadi sensitif terhadap suhu selama menopause karena turunnya tingkat estrogen. Ini menyebabkan sensasi tiba-tiba hot flashes membuat wajah memerah atau merah.

    2. Rambut yang mulai menipis: Semakin sedikit produksi estrogen membuat kulit rapuh dan semakin tipis. Kondisi menjadi lebih buruk ketika kulit tidak dilindungi tabir surya atau krim pelindung UV lainnya.

    3. Rambut wajah: Karena perubahan hormon selama menopause, tingkat estrogen menurun. Ini menghasilkan pertumbuhan rambut wajah terutama di dekat garis rahang atau bibir atas.

    4. Kulit kering: Karena estrogen membantu mempertahankan kelembaban di jaringan,  menyebabkan kulit cenderung kering. Penggunaan sabun tradisional paling disarankan saat itu.

    Gatal yang sering terjadi jika gejalanya lebih dari tiga hari, perlu segera diperhatikan. Beberapa tes umum yang disarankan selama gatal-gatal menopause adalah rontgen, tes darah dan tes tiroid atau hati. Untuk mengatasi gatal menopause dapat dilakukan dengan cara alami. Misalnya menggunakan pelembap kulit. Pemakaian pelembab untuk mengunci kelembapan setelah mandi di lapisan luar kulit. Pelembab alami seperti minyak kelapa dan lidah buaya melembabkan kulit dan bertindak sebagai pelindung sehingga mencegah kulit menjadi kering dan gatal. Anda dapat menggunakannya setelah mandi.

    Selain itu Anda bisa mandi oatmeal, dengan oatmeal koloid adalah bentuk oatmeal yang digiling halus. Ini memungkinkan kulit menyerap serat dan selulosa dalam oatmeal dan tetap lembut untuk periode yang lebih lama. Tambahkan sedikit bubuk oatmeal di bak mandi yang berisi air hangat. Rendam dalam bak setidaknya selama 10 menit dan kemudian keringkan kulitnya. Ingatlah untuk tidak menggunakan terlalu banyak air panas.

    Jangan lupa perhatikan asupan vitamin C. Vitamin esensial ini membantu dalam produksi kolagen dan memperbaiki jaringan yang rusak. Saat diminum, ini mencegah kulit menjadi kering dan gatal. Minum suplemen vitamin C oral atau makan makanan yang mengandung banyak vitamin khusus ini.

    Cara tercepat dan termudah untuk menghilangkan rasa gatal akibat menopause adalah dengan kompres dingin. Ini juga membantu meringankan pembengkakan dan ruam di area vagina. Isi kantong plastik atau kantong es dengan es atau air dingin. Letakkan di atas kulit yang sakit dan tahan sampai rasa gatal hilang. Ulangi saat dibutuhkan.

    Meskipun pengobatan rumahan adalah cara termudah untuk mengobati gatal, sebagian besar pengobatan medis dianggap lebih cepat dan efektif. Metode perawatan medis yang umum adalah dengan kortikosteroid yang dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan mengurangi rasa gatal dan kemerahan di tubuh.

    Krim penghilang gatal yang digunakan untuk menenangkan kulit gatal dan mengurangi peradangan. Krim anti-gatal dengan setidaknya 1 persen hidrokortison dianggap yang terbaik untuk perawatan. Cara lainnya adalah dengan terapi penggantian hormon: Ini adalah jenis terapi yang digunakan untuk mengobati gejala menopause yang direkomendasikan ahli medis.

    Anda juga bisa mencegah kulit gatal saat menopause dengan memastikan kulit teta terhidrasi. Hindari mandi air panas, menggunakan sabun keras saat mandi, lalu melembabkan kulit Anda setelah mandi. Jika terasa gatal, jJangan menggaruk daerah yang gatal, rutin potong kuku, kurangi stres, hindari konsumsi alkohol dan rokok. Selain itu tidur dengan baik dan tepat waktu serta olahraga setiap hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.