Cari Pengasuh Anak? Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Orang Tua

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengasuh anak atau baby sitter. shutterstock.com

    Ilustrasi pengasuh anak atau baby sitter. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mencari pengasuh anak atau baby sitter seperti mencari jodoh. Sulit sekali menemukan yang benar-benar cocok. Orang tua harus benar-benar selektif dalam memilih, karena si pengasuh adalah orang yang akan menjaga anaknya ketika bekerja.

    Biasanya, orang tua memeriksa secara detail latar belakang si pengasuh, kemampuannya, dan juga pengalamannya dalam menjaga anak. Kadangkala, pemilihan pengasuh juga tergantung kecocokan antara anak dan si pengasuh atau antara pengasuh dengan orang tua.

    Tak sedikit juga pengasuh yang akhirnya banyak mundur atau dipecat dari pekerjaannya karena dianggap tidak layak dan tidak bisa bekerja dengan baik.

    Sebenarnya, dalam memilih pengasuh ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan orangtua seperti berikut ini :

    1. Periksa latar belakang dan catatan kriminalnya

    Semua pengasuh anak harus memiliki tiga referensi pengalaman kerja dari pekerjaan sebelumnya. Ini akan menjadi acuan bagi Anda menilai apakah pengasuh itu kompeten atau tidak untuk dipekerjakan.

    Anda juga harus wawancara atau berbicara secara langsung kepada mereka. Selain menilai kemampuan mereka untuk bekerja dengan anak-anak, Anda juga ingin tahu mengapa mereka tidak lagi bekerja untuk orang itu dan mengapa. Saat wawancara,  Anda dapat bertanya apakah mereka keberatan jika ada orang lain yang mengawasi pekerjaan mereka saat menjaga anak.

    2. Jangan mudah percaya

    Jangan berasumsi bahwa hanya karena Anda memiliki anggota keluarga yang mengawasi mereka, anak-anak Anda tidak akan disiksa. Karena tak sedikit kasus kekerasan anak justru dilakukan oleh orang terdekat mereka.

    3. Pilih perempuan

    Pilihlah baby sitter perempuan untuk mengawasi anak-anak Anda. Diperkirakan sekitar 90 perempuan pelecehan seksual anak dilakukan oleh pria. Walaupun ini berarti bahwa ada beberapa pelanggar seks perempuan (diperkirakan antara 4-10% dari semua pelecehan seksual dilakukan oleh perempuan), risikonya jauh lebih rendah bagi perempuan untuk menjadi pelaku kekerasan daripada laki-laki.

    Juga perlu usia bukan menentukan jika anak Anda akan aman. Berdasarkan data, bahwa banyak juga kejahatan seksual dilakukan oleh usia remaja atau usia tua.

    4. Pasang CCTV

    Pasang monitor video di rumah Anda dan biarkan pengasuh tahu keberadaannya dan Anda mengawasinya.  Dengan cara ini Anda bisa memantau terus menerus kondisi di rumah dan mengantisipasi terjadinya kekerasan seksual pada anak Anda.

    5. Percaya pada insting

    Percaya pada insting Anda dan dengarkan keluhan anak. Sebelum memperkerjakan orang, perkenalkan pengasuh itu pada anak Anda, dan biarkan mereka berinteraksi. Anak akan merasakan apakah pengasuh anak tersebut baik dan cocok untuknya. Jika suatu saat anak Anda meminta tidak diasuh oleh orang tertentu, maka ada hal yang harus ada telusuri alasannya.

    BISNIS.COM 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.