Tampil Modis Tanpa Beli Baju Baru, Coba Teknik Capsule Wardrobe

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasin wanita merapihkan lemari pakaian. squarespace.com

    Ilustrasin wanita merapihkan lemari pakaian. squarespace.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang hampir setiap hari bingung memilih pakaian untuk pergi bekerja, kuliah, kondangan atau hangout? Padahal ada banyak pilihan baju di dalam lemari. Tak jarang kegiatan memilih padu padan pakaian membuang waktu begitu saja.

    Belum lagi keinginan impulsif membeli baju baru kian kuat melihat banyak tawaran potongan harga jelang akhir tahun. Sementara pakaian lama pun masih banyak yang dipakai. Menruut CEO dan Founder Hijup Diajeng Lestari ada cara khusus untuk mengatasi kondisi tersebut, yaitu dengan teknik capsule wardrobe.

    Diajeng menjelaskan capsule wardrobe dapat meminimalisir jumlah pakaian dengan outfit yang bersifat timeless, sehingga mudah dipadu-padankan dan bisa dikenakan kapan saja meski terjadi pergantian tren fashion. "Tips capsule wardrobe adalah bagaimana mengatur isi lemari, mengganti, dan memilih pakaian yang memang dibutuhkan, dan membuat gaya kita kian effortless dan refresh," ucap Diajeng usai ditemui di acara peluncuran Infreenity di Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.

    Bagaimana cara kerja capsule wardrobe? Berikut tips dari Diajeng Lestari yang bisa dicoba

    1. Keluarkan semua isi pakaian

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah keluarkan isi pakaian di lemari dan pilih mana saja yang akan terpakai dan dibutuhkan. "Kumpulkan barang yang ada di lemari, mana yang sering dipakai mana yang jarang. Nantinya akan terlihat seperti apa personal style kita dalam keseharian, dari sini akan ketahuan baju apa yang paling banyak kita punya, dan warna apa yang paling dominan," lanjut Diajeng.

    2. Seleksi pakaian

    Seleksi lagi pakaian mulai dari busana essential seperti kemeja warna hitam, biru, dan abu-abu untuk para wanita karier, rompi atau cardigan sebagai outer, serta celana dan rok juga jadi item essential yang bisa dipakai bergantian.

    Kemudian, simpan pakaian yang dianggap masih terpakai dan sisanya bisa didonasikan hingga dijual kembali sebagai barang preloved. "Kalau memang sudah tidak dibutuhkan lagi Anda bisa memberikan ke orang lain, tukar baju atau didonasikan," ujarnya.

    3. Tentukan outfit sesuai gaya

    Setelah diseleksi, Anda bisa menentukan gaya yang akan ditampilkan dalam beberapa bulan ke depan, baik itu chic, casual atau feminin. Biasanya dalam satu pilihan gaya setidaknya ada 5-10 busana yang siap jadi andalan mix and match

    "Atau sebagai ilustrasi dari 8 koleksi bisa jadi 18 look. Caranya, kita pilih dulu kegiatan kita apa. Setiap orang kan beda-beda, ada yang IRT, wanita karier, dosen, freelance. Belum lagi banyak aktivitas dimana outdoor maupun indoor, otomatis kebutuhan bajunya pun beda," tandas Diajeng Lestari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.