Sarwendah Adopsi Betrand, Perlukah Batasi Ekspresi Kasih Sayang?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sarwendah berpose dengan putra angkatnya, Betrand Peto Putra Onsu dalam foto yang diunggah pada 23 Oktober 2019 lalu. Istri presenter Ruben Onsu ini kerap berbagi momen kompak bersama putra sulungnya. Instagram/@Sarwendah29

    Sarwendah berpose dengan putra angkatnya, Betrand Peto Putra Onsu dalam foto yang diunggah pada 23 Oktober 2019 lalu. Istri presenter Ruben Onsu ini kerap berbagi momen kompak bersama putra sulungnya. Instagram/@Sarwendah29

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan selebriti Ruben Onsu dan Sarwendah mengadopsi Betrand Peto di usia remaja. Kedekatan mereka berawal sejak Ruben menjadi produser Betrand sebagai penyanyi. Namun belakangan sosok Betrand tengah menjadi perhatian publik.

    Kontroversi dimulai sejak pemberian air susu ibu (ASI) Sarwendah untuk Betrand sampai sikap manja dan bagaimana ia menunjukkan bahasa kasihnya yang dinilai terlalu berlebihan. Publik menilai di usianya yang telah beranjak remaja, Betrand terlampau berlebihan dalam menunjukkan ekspresi sayang kepada ibu angkatnya, Sarwendah.

    Lalu bagaimana sebaiknya menjaga jarak antara ibu dan anak laki-laki angkatnya? Psikolog Anisa Cahya yang dihubungi Tempo, Minggu 15 Desember 2019 mengatakan apa yang tengah dialami oleh Sarwendah dan Bertrand terkait dengan edukasi yang mereka lakukan di rumah.

    Jika anak diadopsi di usia pra-remaja, maka orang tua perlu memberikan edukasi secara pintas dan cepat, agar anak segera mengetahui aturan-aturan yang perlu disepakati. "Setiap keluarga memang memiliki bahasa cinta yang berbeda-beda. Namun aturan umum tetap berlaku, yaitu terkait dengan norma sosial dan agama," lanjutnya.

    Sarwendah dan Betrand Peto Putra Onsu. Instagram.com/@sarwendah29

    Anisa menilai, jika orang tua perlu memberi batasan, adegan peluk dan cium yang seperti apa yang boleh dilakukan di antara ibu dan anak angkat. Jika ada yang melebihi batas, orang tua yang berperan memegang tongkat kendalinya. Jika anak remaja ini menunjukkan gejala perilaku yang berlebihan dalam mengekspresikan bahasa cinta, maka orang tua perlu segera mengingatkannya.

    Dia pun memberi contoh perilaku yang berlebihan. "Yaitu ketika terlihat ada gejolak hawa nafsu yang tidak sepantasnya. Jika hal ini sudah telanjur terjadi, maka perlu dikoreksi. Tidak ada kata terlambat, karena orang tua yang memegang kendali komunikasi ini," imbuhnya.

    Meski begitu, ibu tetap bisa memberikan kasih sayang kepada anak angkat laki-laki, tanpa berlebihan.  Anisa menyarankan dengan konsisten memberi contoh bahasa cinta yang sesuai dengan aturan yang disepakati. "Sentuh anak laki-laki ini secukupnya, dengan cara yang lembut dan keibuan. Jaga diri sendiri agar tidak memberi kesempatan untuk terjadinya kontak fisik yang menimbulkan sensasi seksual, karena anak sedang mengalami fase pubertas," ucapnya.

    Utamakan ungkapan verbal yang bisa memberikan keyakinan, bahwa ibu selalu menyayanginya. Lakukan kontak mata yang teduh dan mengayomi, agar anak bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang sangat dibutuhkannya. Berikan perlakuan yang sepadan dengan anak kandung, baik melalui hadiah, perhatian, dan kualitas komunikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.