Anak dan Ibu Hamil Rentan Kurang Zat Besi, Berapa Kebutuhannya?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mengonsumsi vitamin dan zat besi, ginseng dan royal jelly dianggap mempunyai  khasiat untuk menjaga tubuh tetap semangat

    Mengonsumsi vitamin dan zat besi, ginseng dan royal jelly dianggap mempunyai khasiat untuk menjaga tubuh tetap semangat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekurangan zat besi bisa menyebabkan lemah, mudah lelah, dan mudah memar. Selain itu, anak, remaja, dan wanita hamil rentan anemia defiseinsi zat besi. Berapa kebutuhan zat besi yang harus dipenuhi? 

    Kebutuhan zat besi disesuaikan dengan usia seseorang dan biasanya semakin bertambah seiring pertambahan usia. Mengutip Healthline, bayi hingga usia 6 bulan membutuhkan sekitar 0,27 miligram, usia 7-12 bulan kebutuhannya menjadi 11 miligram.

    Lalu, anak berusia 1-3 tahun membutuhkan 7 miligram zat besi, usia 4-8 tahun kebutuhannya menjadi 10 miligram, dan saat usianya mencapai 9-13 tahun asupannya menjadi 8 miligram per hari.

    Saat dewasa, kebutuhan zat besi per hari menjadi 18 miligram. Sementara untuk wanita hamil, kebutuhannya lebih tinggi yakni 27 miligram per hari.

    Melalui sumber makanan, seseorang tidak mungkin kelebihan zat besi, asalkan dia mengetahui batas yang dapat ditoleransi (UL) yakni sekitar 40- 45 mg per hari.

    Seseorang yang kekurangan zat besi sering merasa lelah, lemah, terlihat pucat, gelisah, mudah memar, tangan atau kaki menjadi dingin dan memiliki kuku rapuh dalam beberapa kasus.

    Kondisi lain yang bisa terjadi saat seseorang kekurangan zat besi, anemia defisiensi besi. Kondisi ini bisa dialami bayi, wanita hamil dan remaja. Anak yang kekurangan zat besi tidak bertambah gemuk, sering sakit, pucat dan terlihat lelah.

    Ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi, mak pembentukan sel darah merah baru akan terhambat.

    Sebaliknya, tanda terlalu banyak zat besi seperti nyeri sendi, mudah jatuh sakit dan perubahan warna kulit. Transfusi darah juga dapat menyebabkan terlalu banyak konten zat besi terakumulasi.

    Zat besi adalah nutrisi penting karena mengikat protein hemoglobin dan membantu mengangkut sel darah merah dari paru-paru ke berbagai bagian tubuh.

    Zat ini terdiri dari dua yakni zat besi heme yang ditemukan dalam protein hewani dan zat besi non-heme yang bersumber dari sayuran dan kacang hijau. Dari keduanya, zat besi heme dapat dengan mudah diserap oleh tubuh secara komparatif.

    Metabolisme zat besi berbeda karena tubuh menggunakan kembali dan mendaur ulang nutrisi tanpa mengeluarkannya, itulah sebabnya kelebihan zat besi bisa menjadi perhatian serius.

    Zat besi dapat menjadi racun bagi jantung dan hati Anda hanya melalui transfusi darah dan hemochromatosis, suatu kondisi di mana zat besi diserap ke dalam saluran pencernaan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.