Jangan Konsumsi Grapefruit Bersamaan dengan Obat, Ini Bahayanya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grapefruit (Pixabay.com)

    Grapefruit (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang mengira grapefruit adalah sejenis anggur karena mengandung kata "grape". Padahal, buah ini termasuk golongan buah sitrus yang sejenis dengan jeruk maupun lemon. Anda sebaiknya mengenal buah ini karena selain punya banyak manfaat, juga membahayakan jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan tertentu.

    Dalam bahasa Indonesia, grapefruit disebut dengan limau gedang. Buah ini merupakan hasil persilangan antara jeruk bali dan jeruk biasa, jadi grapefruit termasuk salah satu buah sitrus.

    Sama seperti buah-buahan dari keluarga sitrus lainnya, grapefruit memiliki rasa yang bervariasi dari manis kepahit-pahitan hingga asam. Buah ini juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting.

    Sejumlah penelitian telah mengaitkan konsumsi grapefruit dengan penurunan berat badan, pencegahan tekanan darah tinggi, hingga perlindungan kulit dari sinar matahari.

    Meski begitu, grapefruit juga bisa membahayakan jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan tertentu. Terutama bagi Anda yang sedang rutin menggunakan obat, dan belum tahu apakah obat tersebut rentan berinteraksi dengan grapefruit.

    Grapefruit mengandung furanocoumarin. Senyawa ini dapat menghambat kerja protein  sitokrom P450 (CPY) yang berfungsi memproses obat-obatan di hati dan usus kecil.

    Sebagai akibatnya, grapefruit bisa mengganggu penyerapan obat serta meningkatkan efek samping dari obat yang sedang Anda konsumsi. Apakah efek ini benar-benar fatal? Tentu saja.

    Grapefruit dan statin

    Minum obat statin bersama dengan grapefruit bisa membuat obat bertahan lebih lama di dalam tubuh. Risiko Anda untuk terkena kerusakan hati dan otot yang berujung pada gagal ginjal pun dapat meningkat.

    Tak hanya itu, mengonsumsi simvastatin (obat golongan statin) bersamaan dengan 200 ml jus grapefruit sekali sehari selama tiga hari bahkan bisa menaikkan konsentrasi obat dalam tubuh hingga 300 persen. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada otot yang disebut rhabdomyolysis.

    Grapefruit dan obat alergi

    Obat yang biasa digunakan untuk menangani alergi, seperti fexofenadine, juga riskan jika diminum bersamaan dengan grapefruit. Pasalnya, buah ini dapat menghalangi penyerapan obat, sehingga obat menjadi tidak efektif.

    Bagaimana jika mengonsumsi obat dan grapefruit di waktu yang berbeda, namun tetap di hari yang sama? Efeknya sama saja.

    Efek interaksi grapefruit dengan obat-obatan tertentu dapat bertahan selama lebih dari 24 jam. Jadi, tetap ada kemungkinan buah ini memengaruhi penyerapan obat Anda.

    Ketahui pula bahwa satu buah grapefruit atau segelas jusnya saja sudah cukup untuk memberikan efek interaksi tersebut. Ini berarti, berapapun jumlah grapefruit yang Anda konsumsi, efeknya tetap ada.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.