Fendi Luncurkan Tas Beraroma Parfum, Wanginya Tahan Empat Tahun

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fendi merilis tas beraoma parfum yang diklaim pertama di dunia. (Instagram @fendi)

    Fendi merilis tas beraoma parfum yang diklaim pertama di dunia. (Instagram @fendi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dunia fashion tak lepas dari inovasi. Kali ini, rumah mode Fendi meluncurkan tas dengan aroma parfum mewah yang diklaim pertama di dunia.

    Dilansir dari Allure pada Kamis, 12 Desember 2019, lini terbaru dari merek mewah tersebut berupa baguette atau jenis tas tangan yang diciptakan oleh Fendi pada 1990-an.

    Tas tangan berwarna kuning cerah dengan percikan putih itu memiliki tiga ukuran. Ukuran standar tas wanita Fendi, ukuran tas pria yang sedikit lebih besar, terakhir adalah tas "nano" seukuran dengan model iPhone terbaru

    Tas tangan ini khusus ini cukup istimewa karena kulit yang dijadikan bahan dasar tas dipenuhi dengan aroma parfum FendiFrenesia, yang diciptakan oleh ahli parfum Francis Kurkdjian. Pihak Fendi mengklaim aroma parfum ini akan bertahan hingga empat tahun.

    Setiap tas dilengkapi dengan botol miniatur FendiFrenesia, yang dapat digunakan untuk menyegarkan aroma tas atau dipakai sebagai parfum konvensional.

    Pola percikan putih warna pada tas tidak dilakukan secara acak, karena itu merupakan hasil karya seni fotografer terkenal Swiss Christelle Boulé.

    Fendi akan melakukan debut eksklusif untuk koleksi ini pada awal Desember di toko Miami Design District, sebagai satu-satunya toko yang menjual tas tangan itu.

    Kendati demikian, untuk versi nano sudah siap dipasarkan secara daring di situs Fendi.com dengan harga 630 dolar AS atau sekitar Rp8,8 juta. Namun menurut situs Fendi, tas ini hanya tersedia hingga 20 Desember 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.