Vokalis Roxette Meninggal Karena Tumor Otak, Ini 6 Gejala Umumnya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Roxette, Marie Fredriksson saat konser di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (3/3). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Vokalis Roxette, Marie Fredriksson saat konser di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (3/3). TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Vokalis duo pop-rock Roxette, Marie Fredriksson meninggal dunia di usia yang ke-61 tahun, setelah hampir 17 tahun melawan tumor otak yang diderita sejak 2002. Grup ini sempat menjadi ikon di tahun 1990-an. Fredriksson dan Per Gessle membentuk Roxette pada tahun 1986. 

    Dimulai dengan "The Look" pada tahun 1989, Roxette memiliki empat hit nomor 1 Amerika Serikat, "Listen to Your Heart", "Joyride", dan "It Must Have Been Love", yang juga merangsek ke nomor 3 di jajaran anak tangga lagu Inggris dan termasuk dalam soundtrack untuk film "Pretty Woman"

    Marie Fredriksson sempat kejang di kamar mandi dan mengalami retak di tulang kepalanya pada September 2002. Hasil pindai menunjukkan dia memiliki tumor otak dan diberi tahu bahwa dia hanya memiliki harapan hidup 25 persen. Meski bisa bertahan melawan penyakitnya namun menderita sejumlah masalah kesehatan akibat terapi radiasi. 

    Marie Fredriksson masih bisa tampil bersama Roxette pada tahun 2016 sampai akhirnya dia pensiun karena dampak dari sakitnya. Pada Mei 2018, ia merilis single baru, "Sing Me a Song", untuk menandai ulang tahunnya yang ke-60. Roxette absen saat Fredriksson dirawat dan berusaha pulih dari tumor otaknya.

    Vokalis Roxette, Marie Fredriksson dan gitaris Per Gessle saat konser di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu(3/3). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Melansir laman Sehatq, ada banyak jenis tumor otak, serta beberapa di antaranya juga bersifat kanker. Adapula kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain menujuk otak, dan memicu tumbuhnya kanker sekunder di organ ini.

    Ciri-ciri tumor otak yang dirasakan oleh penderitanya dapat bervariasi, tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor di organ otak. Berikut ini ciri umum tumor otak. 

    1. Sakit kepala yang memburuk
    Sakit kepala dapat dialami oleh 50 persen penderita tumor otak. Sakit kepala ini, dapat memburuk di pagi hari, atau saat Anda beraktivitas. Sakit kepala terjadi karena tumor menekan saraf sensitif dan pembuluh darah yang ada di otak.

    2. Kejang
    Tertekannya saraf karena pertumbuhan tumor, dapat mengganggu sinyal listrik yang memicu kejang. Ada beberapa jenis kejang, sebagai ciri-ciri tumor otak. Jenis-jenis kejang tersebut, seperti kejang mioklonik, yang ditandai dengan kedut otot dan tersentak.

    Kejang tonik-klonik, seperti kehilangan kesadaran dan nada tubuh yang diikuti otot berkedut, hilangnya kontrol fungsi tubuh (seperti hilangnya kontrol kandung kemih), mengalami periode pendek 30 detik tanpa bernapas, serta disertai perubahan kulit menjadi kebiruan, keunguan, keabu-abuan, memutih, atau kehijauan. Ada juga kejang sensori, termasuk gangguan pada penglihatan, penciuman, atau pendengaran, yang terjadi tanpa kehilangan kesadaran, serta kejang parsial kompleks, menyebabkan hilangnya kesadaran total atau sebagian. Penderitanya juga kerap mengalami kedutan.

    3. Perubahan kepribadian dan suasana hati
    Ciri-ciri tumor otak lainnya yakni perubahan mood dan sifat diri yang tidak biasanya. Misalnya, penderita yang dulunya supel dan easy going, dapat menjadi mudah tersinggung. Adapula perubahaan mood dengan cepat, yang awalnya rileks dan tenang, tiba-tiba menjadi terlalu sensitif dan beragumen tanpa alasan yang jelas.

    4. Gangguan kognitif dan hilang ingatan
    Pertumbuhan tumor di otak dapat memicu gangguan ingatan, cara bernalar, serta menjadi sulit dalam membuat keputusan. Selain itu, penderita tumor otak juga menjadi sulit berkonsentrasi dan mudah terdistraksi, sering kebingungan dengan hal-hal yang sebenarnya sederhana, tidak dapat melakukan pekerjaan multitasking, dan sulit melakukan perencanaan.

    5. Rasa lelah yang berlebihan
    Ciri-ciri tumor otak lainnya yakni rasa lelah yang tidak biasanya. Rasa lelah berlebihan tersebut, membuat Anda menunjukkan tanda-tanda berikut ini benar-benar kelelahan setiap saat, Anda sering tertidur di tengah hari, rasa lemah di sekujur tubuh dengan anggota badan yang terasa berat, mudah tersinggung, dan sulit fokus

    6. Mual atau muntah
    Walau mual dan muntah merupakan hal yang umum muncul, gejala ini juga dapat menjadi ciri-ciri tumor otak. Mual dan muntah saat tumor tumbuh di otak, dapat terjadi pada fase awal, karena adanya ketidakseimbangan hormon.

    Selain ciri-ciri tumor otak yang sifatnya umum, ada pula tanda dan gejala yang dapat terjadi berdasarkan lokasi pertumbuhan tumor. Berikut ini ciri-ciri tumor otak, berdasarkan lokasi kemunculannya.

    - Tumor di otak kecil: kehilangan keseimbangan dan gangguan fungsi motorik halus

    - Tumor di lobus frontal otak besar: kehilangan inisiatif, munculnya rasa lesu, lemah, maupun kelumpuhan otot

    - Tumor di lobus oksipital atau lobus temporal otak besar: hilangnya penglihatan sebagian atau secara total

    - Tumor di lobus frontal dan temporal otak besar: perubahan dalam bicara, mendengar, atau mengingat, ganguan emosional, seperti menjadi agresif dan sulit memahami suatu hal

    - Tumor di lobus frontal atau parietal otak besar: perubahan persepsi tentang sentuhan atau tekanan, kelemahan lengan atau kaki pada satu sisi tubuh, atau kebingungan dengan sisi kiri dan kanan tubuh
    - Tumor kelenjar pineal: kesulitan melihat ke atas

    - Tumor hipofisis di otak: pada wanita, bisa terjadi perubahan periode menstruasi dan keluarnya air susu dari payudara. Selain itu, pembesaran tangan dan kaki pada orang dewasa, juga dapat terjadi.

    - Tumor di batang otak: kesulitan menelan dan mati rasa di wajah

    - Tumor di lobus temporal, lobus oksipital, atau batang otak: perubahan penglihatan, termasuk hilangnya penglihatan sebagian atau penglihatan ganda

    ANTARA | SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.