Selain Jenis Kelamin, Pertimbangkan 8 Hal saat Pilih Nama Bayi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menulis. shutterstock.com

    Ilustrasi menulis. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada pepatah populer yang beredar di masyarakat bahwa "Nama adalah doa". Tak heran jika beberapa orang tua menyiapkan nama untuk bayinya, jauh sebelum kelahiran. Beberapa menyematkan doa, lalu ada juga yang menamai bayinya dengan tokoh serial, film atau idolanya. 

    Ya, tentu saja memilih nama bayi kadang membingungkan. Sampai kadang Anda dan pasangan beradu pendapat ketika mencari nama yang cocok. Untuk membantu Anda dan pasangan menentukan nama si Kecil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih nama bayi. Salah satu pertimbangannya adalah jenis kelamin bayi yang akan memengaruhi namanya. Nama bayi laki-laki dan, nama bayi perempuan tentu berbeda. 

    Beberapa tips lain yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih nama bayi.

    1. Menyortir pilihan
    Baik dari internet atau buku, Anda dengan mudah dapat menemukan banyak daftar nama bayi. Sebelum menentukan pilihan nama bayi, Anda bersama pasangan dapat menandai nama-nama yang disukai atau menarik. Setelah terkumpul beberapa pilihan, Anda bisa meminta pendapat keluarga ataupun teman dalam membantu menemukan yang terbaik.

    2. Perhatikan arti
    Anda harus memerhatikan arti nama bayi yang Anda pilih. Jangan sampai mengandung arti tak baik atau berpotensi membuat anak malu. Beberapa negara bahkan bisa mencekal seseorang yang dianggap memiliki nama dengan masalah historis, seperti halnya Adolf Hitler.

    3. Perhatikan panggilan
    Dalam memilih nama bayi, Anda juga harus memerhatikan penggunaan nama panggilannya nanti. Misalnya bayi memiliki nama Katherine, bisa saja kelak teman-temannya memanggil Ka-te dengan ejaan bahasa Indonesia.  

    Jika Anda keberatan, sebaiknya jangan menggunakan nama yang bila dipersingkat akan memiliki arti lain. Dikhawatirkan apabila sudah besar dan sekolah nanti nanti, ia akan mendapat perisakan dari teman-temannya karena namanya.

    4. Perhatikan inisial
    Jangan memilih nama untuk bayi yang ketika dijadikan inisial akan menjadi sebuah kata memalukan, misalnya Tika Anandia Insani. Teman-teman si Kecil nanti mungkin saja akan mempermalukannya dengan inisial tersebut.

    5. Pertimbangkan keunikan nama
    Memilih nama yang unik memang menyenangkan, namun jika terlalu unik atau “beda”. Orang-orang bisa saja kesulitan mengucap nama bayi Anda, atau merasa nama tersebut aneh.  Memang tidak ada yang melarang nama-nama unik, tapi pastikan tidak membuat anak kesulitan kelak saat mengucapkan namanya sendiri.

    6. Hindari nama yang mengingatkan pada hal tak perlu
    Sebaiknya, jangan menamakan bayi dengan nama yang dapat mengingatkan Anda pada hal yang tak perlu ataupun menyakitkan, seperti nama mantan pasangan atau nama perisak di sekolah dulu. Tentu saja hal ini harus dipertimbangkan dengan baik agar Anda tak merasa terganggu.

    7. Pilih yang mudah dieja
    Akan lebih baik jika Anda memilih nama bayi yang mudah dieja. Sebab kesalahan dalam mengeja nama dapat berakibat fatal, terutama pada dokumen-dokumen penting. Tak hanya itu, Anda juga mungkin akan bosan mengoreksi kesalahan orang yang salah dalam mengeja nama bayi Anda.

    8. Selalu bicarakan dengan pasangan
    Jangan pernah mengambil keputusan sepihak dalam memilih nama anak karena pasangan Anda bisa saja tidak menyukainya, dan malah menyebabkan pertengkaran. Selalu bicarakan berdua secara baik-baik, lalu pilihlah nama bayi dengan kesepakatan bersama. Keputusan memilih nama bayi, baik itu bayi laki-laki ataupun bayi perempuan, sepenuhnya ada pada pilihan Anda dan pasangan. Selain itu, sebaiknya pilihlah nama yang berkaitan dengan hal-hal membahagiakan atau doa terbaik untuk bayi Anda.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.