Ingin Menghilangkan Bulu dengan Menyenangkan, Coba Tempat Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chita Darnis (tengah), pendiri jaringan salon Fruitywax. Dok. Frutiywax

    Chita Darnis (tengah), pendiri jaringan salon Fruitywax. Dok. Frutiywax

    TEMPO.CO, Jakarta - Salon kecantikan adalah salah satu tempat favorit banyak wanita untuk menghabiskan waktu dan memanjakan diri. Peluang inilah yang diintip oleh jaringan salon Fruitywax.

    Sebagai salon yang menyediakan beberapa perawatan kecantikan dan relaksasi bagi kaum wanita maupun pria, Fruitywax menilai hal ini sebagai kebutuhan gaya hidup saat ini. Salon yang berdiri sejak Januari 2015 ini sangat familiar dan berpengalaman dalam soal perawatan tubuh, terutama waxing, yang menjadi keunggulannya dibanding yang lain.

    Banyaknya minat, terutama dari pelanggan setia yang tersebar di wilayah Jabodetabek, membuat Fruitywax, yang telah memiliki empat gerai di berbagai tempat di Jabodetabek, membuka gerai baru atau kelima mereka di lantai 2 Botani Square, Kota Bogor, Sabtu, 7 Desember 2019. Sang pendiri, Chita Darnis, mengatakan kehadiran Fruitywax Bogor karena tuntutan pasar yang signifikan di wilayah ini.

    “Kami hadir di Kota Bogor karena memang sesuai dengan misi market kami. Apalagi, tuntutan akan gaya hidup sehat, yaitu untuk perawatan tubuh hingga ke bagian yang intim. Yuk, mulai sekarang mulai peduli dengan kesehatan dan kebersihannya,” ujar Chita.

    Salon terbaru Fruitywax di Bogor. Dok. Fruitywax

    Menurut Chita, Fruitywax memiliki kelebihan dalam perawatan waxing karena memiliki tenaga terapis yang berpengalaman, yang dalam proses menghilangkan bulu di tubuh menggunakan teknik khusus yang dapat meminimalisir sakit. Selain itu, dalam proses ini Fruitywax menggunakan produk sendiri yang terbuat dari bahan-bahan alami dengan aroma buah.

    Tenaga terapis sebelumnya menjalani pelatihan selama enam bulan. Tidak hanya wanita, untuk kaum pria juga ada pelanggan karena di setiap gerai Fruitywax selalu disiapkan tenaga terapis pria.

    “Ada enam varian yang biasa digunakan dalam waxing di gerai kami, yaitu madu, stroberi, kiwi, teh hijau, cokelat, dan kopi, juga memilih aroma yang umum pun tersedia sebagai varian orisinil,” jelas Chita.

    Menurutnya, aroma buah dipilih karena memiliki banyak manfaat untuk kulit. Kulit jadi tidak busik setelah di-waxing, bulu tumbuh lebih lama, lebih halus, dan lebih tipis. Bahkan ada yang tumbuh semakin lama, yakni sekitar dua bulan.
    Untuk varian stroberi misalnya, kulit sekitar daerah pribadi akan jadi lebih cerah. Sedangkan untuk varian madu akan membuat daerah Miss-V menjadi tidak busik, kiwi mengangkat sel kulit mati, dan kopi akan siap menghaluskan di daerah sensitif wanita.

    “Tentang treatment waxing kami, tentunya bisa dijamin, berdasarkan testimoni pelanggan-pelanggan loyal Fruitywax selama ini. Pokoknya, silahkan langsung dicoba dengan mendatangi gerai kami yang terbaru di Botani Square Bogor,” ujar Chita.

    Chita menambahkan untuk perawatan di Fruitywax tarifnya terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu. Semua pelayan dan tarif di gerai Botani Square sama dengan enam gerai lain di wilayah Jabodetabek, termasuk jam operasional, mulai pukul 10.00 hingga 21.00.

    Gerai kelima merupakan yang terbesar dibanding empat gerai lain yang telah ada, yaitu di Kuningan City, Jakarta Selatan, di One Bell Park, Jakarta Selatan, di Margo City, Depok, dan Grand Galaxi City, Bekasi. Gerai Fruitywax Bogor juga memiliki tempat yang cukup luas dengan empat ruangan untuk perawatan waxing, spa, maupun pijat, dan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang terbaik.

    “Tentunya dengan kelebihan yang kami miliki, terutama yang ada di Fruitywax Botani Square Bogor, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan akan kebersihan, kesehatan, dan perawatan tubuh, khususnya kaum wanita,” tutur Chita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.