Tips Padu Padan Busana Syar'i agar Tetap Gaya Saat Liburan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hijaber sedang bepergian. Tabloidbintang

    Ilustrasi hijaber sedang bepergian. Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk berlibur, termasuk pakaian. Bagi perempuan yang berbusana syar'i, pakaian tidak hanya asal gaya karena ada kaidah tersendiri yang perlu diperhatikan.

    Tampilan busana syar'i yang tebal dan lebar kerap dianggap tidak praktis untuk traveling atau liburan. Padahal dengan pemilihan outfit yang tepat, Anda tentu juga bisa pergi berlibur dengan nyaman dan modis tanpa meninggalkan tren.

    Creative Director Si.Se.Sa Sansa Enandera menyarankan untuk memilih bahan denim atau scuba tipis yang dingin namun tidak menerawang dan tidak mudah lecek jika dipakai duduk berlama-lama di perjalanan.

    "Selain itu, pastikan baju tetap dirancang dengan siluet loose agar tidak membentuk lekuk tubuh. Misalnya seperti siluet H-line yang santun dengan bentuk lurus ke bawah," kata Sansa di peluncuran cruise collection The Great Escape, Jakarta, Selasa 3 November 2019.

    Selain gamis, Anda juga bisa memakai abaya. "Perbedaan dengan koleksi lain ialah khimar koleksi abaya lebih pendek sebab potongan abaya sudah sangat loose. Buat perempuan yang repot pakai khimar dapat memakai scarf yang ukurannya lebar," ujar Sansa.

    Jika berwisata ke Eropa yang sedang memasuki musim dingin, Anda bisa gunakan coat atau knitwear yang dipadukan dengan hijab pilihan yang sesuai dengan selera. Bahan rajut dan coat yang tebal dan hangat akan membuat Anda tetap nyaman saat menikmati liburannya cuaca dingin.

    Sansa juga menyarankan untuk menghindari baju dan khimar yang terlalu banyak memakai aksen layering. Selain tidak praktis, terlalu banyak layer akan membuat bobot pakaian semakin berat sehingga sulit untuk dikemas dalam koper.

    "Biasanya kalau perempuan yang berhijab syari cenderung lebih nemilih bawa lebih banyak Khimar daripada gamis. Kalau gamis cukup bawa misalnya 3 atau 4," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.