Sering Aktivitas Outdoor, Gritte Agatha Senang Kulitnya Gelap

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gritte Agatha. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    Gritte Agatha. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris muda Gritte Agatha yang dikenal sebagai pemeran Mae di Get Married The Series, kini tak hanya disibukkan dengan kegiatan akting. Ia juga aktif mengisi konten YouTube milikinya dan sederet aktivitas lain seperti program sosial.

    Lokasi proyek sosial yang sering di luar ruangan tentu saja berpengaruh pada kulit wajah dara kelahiran 9 Maret 1996 ini. Namun ia mengaku tak terlalu ribet dengan urusan perawatan wajah.

    Ditemui usai acara kolaborasinya dengan The Body Shop dan Plan International di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019, Gritte mengatakan bahwa dia tidak melakukan perawatan secara khusus.

    "Kalau yang khusus banget sih enggak. Tapi kalau kulit sudah mulai kering aku biasanya pakai sewajarnya. Cuci muka, masker, kulit kalau suka panas ya pakai SPF," ujar dia.

    Lantaran memiliki kulit yang cenderung aman dan tidak sensitif, perempuan berdarah Tionghoa-Sunda ini merasa belum mengalami masalah serius pada kulitnya. Jenis kulitnya termasuk mudah tanning tapi juga mudah kembali lagi. Ia tidak perlu melakukan perawatan khusus untuk mengembalikan kulit ke warna aslinya.

    "Jadilah aku enggak ngejaga kulit banget karena setiap kali berpanas-panas ria enjoy saja," kata dia. 

    Selain pakai tabir surya, Gritte juga mengatakan sesekali menggunakan aleovera untuk kulitnya. Produk ini berguna membuat kulit lebih dingin dan dapat mengurangi efek buruk sinar matahari.

    Namun, sesungguhnya Gritte Agatha tidak mempermasalahkan kulitnya gelap atau terang. Ia malah lebih menyukai kulit gelap, tapi bukan gelap karena terbakar sinar matahari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.