Senang Ngemil tapi Ingin Langsing? Ikuti Tips Food Blogger Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ngemil di kantor. shutterstock.com

    Ilustrasi ngemil di kantor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Senang ngemil tapi takut gemuk? Coba ikuti kiat food blogger Windy Iwandi. Dia sukses menjaga bentuk tubuh tetap langsing meski doyan ngemil, salah satunya adalah dengan rajin berolah raga.

    "Jadi cara membuat badanku tetap kurus dengan berolahraga. Klise tapi ini apa yang aku lakukan karena kita semakin dewasa, metabolisme tubuh kita udah enggak seperti kita muda. Jadi ketika makan aku usahain seminggu 5 kali olahraga," ujar dia di Jakarta belum lama ini.

    Windy mengatakan bahwa dia selalu menyempatkan joging 15-30 menit dengan jarak tempuh 2-3 km di tengah padatnya aktivitas dia.

    "Aku tetap usahain sampai rumah jam 20.00, joging 15-30 menit, 2-3 km setiap hari ditambah aku pakai sauna suit. Dan sebelum tidur aku squat sama plankPlank satu menit, squat 30 kali," kata dia.

    Menurut dia, dengan mengenakan sauna suit bisa membuat keringat keluar dua kali lipat lebih banyak ketimbang memakai baju olahraga biasa.

    Perempuan yang menggemari bakso itu juga mengungkapkan tak makan makanan padat satu hingga dua hari per minggu. Sebagai gantinya, dia memilih jus buah.

    "Dan kalau di rumah enggak melakukan testing aku tidak makan nasi dan makanan manis. Minumnya air putih saja. Aku juga mengurangi makan makanan di luar walaupun enak," kata Windy.

    Windy mengatakan, sebagai food blogger seringkali dia harus mencicipi makanan dari lima tempat makan berbeda. Hal ini belum termasuk kebiasaan mengemilnya

    "Camilan yang enak, mudah dimakan, praktis. Sambil kerja bisa sambil makan. Orang enggak sadar itu snacking, tanpa sadar mengganti makanan berat ke snack," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.