Sama-sama Sering Muncul di Rahim, Apa Beda Kista dengan Miom?

Reporter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi wanita mengelus perutnya. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sama-sama sering muncul di rahim, miom dan kista sering kali bikin orang bingung membedakannya. Padahal, perbedaan miom dan kista cukup signifikan, sehingga penting untuk diketahui oleh setiap wanita.

Miom atau fibroid rahim merupakan tumor jinak yang hanya bisa tumbuh di rahim. Berdasarkan gejala, benjolan yang juga disebut sebagai polip rahim ini seringkali tidak memunculkan keluhan yang khas.

Apabila bergejala, jenis keluhan yang muncul biasanya tergantung pada jumlah, lokasi, dan ukuran tumor yang ada dalam rahim Anda. Ketika menyebabkan gejala, penderita dapat mengalami perdarahan menstruasi yang sangat banyak, nyeri haid yang hebat, sering buang air kecil, nyeri pada panggul atau punggung bagian bawah, nyeri saat berhubungan seksual, perut yang membesar, dan terasa ada benjolan di perut saat diraba.

Jika benjolan miom berukuran kecil dan penderitanya sudah menopause, miom juga mungkin tidak menimbulkan gejala.

Dari segi penyebab, pemicu kemunculan miom belum diketahui dengan jelas. Namun beberapa faktor bisa meningkatkan risikonya. Mulai dari hormon kewanitaan, kehamilan, serta riwayat miom dalam keluarga.

Sementara kista adalah kantong berisi cairan yang bisa tumbuh di bagian tubuh manapun. Sama seperti miom, kista juga kerap tidak bergejala di tahap awal.

Gejala kista juga tergantung pada ukuran dan lokasi pertumbuhannya. Kista ovarium dapat menyebabkan perut yang membesar, sembelit, nyeri panggul sebelum dan selama haid, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri punggung bawah, dan mual muntah.

Di kulit, kista umumnya hanya tampak seperti benjolan, dan bisa terasa sakit maupun tidak. Sementara kista pada mata bisa membentuk kantung di kelopak mata. Bintil ini biasanya terlihat merah dan terasa sakit.

Penyebab kista biasanya keturunan, inflamasi kronis, infeksi, serta saluran yang tersumbat. Tiap jenis kista bisa memiliki penyebab yang berbeda dari kista lainnya.

Diagnosis miom dan kista dapat dilakukan melalui tes laboratorium serta pemeriksaan pemindaian, seperti USG, CT scan, maupun MRI. Jika miom dan kista yang Anda miliki memicu gejala khusus, dokter biasanya tidak memberikan penanganan khusus.

Meski begitu, dokter akan meminta Anda untuk memeriksakan diri secara berkala (umumnya setahun sekali). Langkah ini bertujuan memantau kondisi kista maupun miom yang Anda alami.

Terlebih lagi, miom berukuran besar juga bisa mengecil setelah penderita menopause. Dengan ini, gejalanya pun akan menghilang dengan sendirinya.

Apabila miom dan kista kemudian menyebabkan keluhan tertentu, Anda harus kembali memeriksakan diri ke dokter kandungan. Jangan terus membiarkannya sampai bertambah parah.

Perbedaan miom dan kista dalam hal penanganan sebenarnya tidak terlalu jauh. Dokter bisa meresepkan obat-obatan hingga melakukan tindakan operasi.

Jenis pengobatan yang akan Anda jalani tergantung pada ukuran dan letak miom maupun kista, kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

SEHATQ






Makan Wortel Selama Kehamilan Membuat Bayi Bahagia Menurut Studi

2 hari lalu

Makan Wortel Selama Kehamilan Membuat Bayi Bahagia Menurut Studi

Para peneliti sekarang telah memulai studi lanjutan dengan bayi yang sama setelah melahirkan


Kenali Penyebab dan Risiko Penyakit Liver, Obesitas Salah Satunya

4 hari lalu

Kenali Penyebab dan Risiko Penyakit Liver, Obesitas Salah Satunya

Penyakit liver istilah untuk menggambarkan ketika organ hati mengalami gangguan fungsi. Obesitas jadi salah satu pencetusnya, selain 10 sebab lainnya


Hati-hati, Pembengkakan Area Mulut Bisa Jadi Kanker Kelenjar Ludah

7 hari lalu

Hati-hati, Pembengkakan Area Mulut Bisa Jadi Kanker Kelenjar Ludah

Kanker kelenjar ludah adalah kondisi tumbuhnya tumor ganas yang menyerang kelenjar ludah di dalam atau di dekat mulut. Ini gejalanya.


Kemoterapi untuk Pengobatan Kanker, Apa yang Harus Disiapkan?

17 hari lalu

Kemoterapi untuk Pengobatan Kanker, Apa yang Harus Disiapkan?

Kemoterapi merupakan pengobatan umum untuk kanker dengan cara menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh. Bagaimana prosesnya?


Mengenal Sindrom Cushing, Kondisi Kelebihan Hormon Kortisol pada Tubuh

21 hari lalu

Mengenal Sindrom Cushing, Kondisi Kelebihan Hormon Kortisol pada Tubuh

Meski memiliki segudang manfaat, tingkat kortisol yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan.


Punya Kista Tak Perlu Khawatir, Tetap Bisa Hamil

31 hari lalu

Punya Kista Tak Perlu Khawatir, Tetap Bisa Hamil

Bagi pasien endometriosis atau kista yang ingin hamil, proses berikutnya yang harus dilalui adalah menjalani suntik hormon selama 3 bulan.


Skin Tag, Tumor Kulit yang Jinak

33 hari lalu

Skin Tag, Tumor Kulit yang Jinak

skin tag tergolong tumor kulit yang jinak, tak bersifat seperti kanker


Viral Tampon Disebut Bisa Menyebabkan Kista dan Kanker, Ini Kata Dokter

38 hari lalu

Viral Tampon Disebut Bisa Menyebabkan Kista dan Kanker, Ini Kata Dokter

Dokter menjelaskan dua alasan mengapa orang berpikir bahwa tampon bisa menyebabkan kanker, tapi itu tidak tepat.


Kista di Batang Otak Sarwendah, Kenali 6 Jenis Kista Seperti yang Diderita Istri Ruben Onsu

45 hari lalu

Kista di Batang Otak Sarwendah, Kenali 6 Jenis Kista Seperti yang Diderita Istri Ruben Onsu

Ruben Onsu mengungkapkan bahwa istrinya, Sarwendah menderita penyakit kista di batang otak. Begini penjelasan penyakit ini.


Riwayat Kanker Payudara yang Dialami Olivia Newton-John Selama 30 Tahun

47 hari lalu

Riwayat Kanker Payudara yang Dialami Olivia Newton-John Selama 30 Tahun

Olivia Newton-John didiagnosa menderita kanker payudara tiga kali dalam hidupnya