Gara-gara Stres, ASI Sandra Dewi sempat Seret

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandra Dewi memamerkan kelahiran putranya kedua. foto/instagram/sandradewi88

    Sandra Dewi memamerkan kelahiran putranya kedua. foto/instagram/sandradewi88

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Sandra Dewi melahirkan anak keduanya, Mikhail Moeis, di Jakarta pada 2 September 2019 lalu. Sejak sebelum melahirkan ia telah bertekad menyusui Mikhail selama dua tahun. Untungnya ia dikaruniai air susu ibu atau ASI yang melimpah.

    Meski melimpah, Sandra Dewi mengaku sempat mengalami saat-saat sulit mengeluarkan ASI di hari-hari pertamanya melahirkan. "Di hari pertama melahirkan ASI aku udah keluar banyak, tapi tiba- tiba saya stres karena kangen anak pertama. Saya sampai nangis dikirimi video setiap hari. Akhirnya ASI-nya seret," kata Sandra Dewi di diskusi perayaan dua tahun aplikasi Teman Bumil di Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

    Anak pertamanya, Raphael Moeis, saat ini berusia 23 bulan. Sandra Dewi hamil anak kedua ketika Rafa berusia 1 tahun. Selama beberapa hari saat melahirkan di rumah sakit, Sandra meninggalkan Rafa di rumah. 

    Sang suami, Harvey Moeis, akhirnya memutuskan membawa Rafa ke rumah sakit untuk mengobati kerinduan Sandra. Dan ajaibnya, setelah bertemu Rafa ASI-nya lancar kembali.

    "Jadi stres itu benar-benar bikin ASI nggak keluar. Makanya selama menyusui harus happy. Saya juga galau, tapi nggak boleh galau supaya saya bisa menyusui dengan baik," ujar aktris 36 tahun itu.

    Sandra mengatakan Mikhail lebih kuat minum ASI dibandingkan dengan Rafa. Setiap satu jam ia harus menyusui atau memberi ASI perah jika dia sedang di luar rumah.

    "Anak kedua ini baru dua bulan udah hampir 7 kilogram, gendut banget. Minumnya banyak banget, hampir setiap satu jam," ujar dia.

    Pakar laktasi Ameetha Drupadi mengatakan, hari-hari pertama melahirkan menjadi saat rentan bagi ibu menyusui. Sebab, perubahan hormon pasca-persalinan sering kali membuat mood berubah. Tak jarang ada ibu yang mengalami baby blues di dua minggu pertama.

    "Ketika mood berubah, ASI-nya lebih sedikit keluarnya. Jadi (produksi) ASI lebih tergantung pada perasaan ibu. Makanan juga tetap harus gizi seimbang," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.