Perut Kembung dan Gampang Haus, Tanda Harus Batasi Makanan Asin

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com

    Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di luar garam yang Anda tambahkan, banyak natrium masih menyelinap ke piring Anda. Pakar nutrisi dan pelatih kebugaran Mandy Enright mengingatkan bahwa setiap makanan olahan atau buatan manusia kemungkinan besar mengandung garam – yang tingkat tinggi itu.

    "Jika makanan itu datang dalam kaleng atau sudah jadi dan dibekukan, ada garamnya." Dan meskipun masih ada perdebatan tentang efek samping yang lebih menakutkan dari kelebihan garam (seperti hubungannya dengan tekanan darah), terlalu banyak dari menyebabkan kembung dan retensi air.

    Menurut pedoman diet terbaru, rekomendasi asupan garam sebesar 2.300 miligram sodium (satu sendok teh) per hari, tetapi banyak orang yang melonjak melewati batas garamnya. Konsumsi harian rata-rata mendekati 3.400 miligram sodium per hari (sekitar satu dan sepertiga sendok teh), kata Enright.

    Lain kali Anda ke toko makanan, lihat label nutrisi dan catat persentase natrium. "Apa pun dengan lima persen atau kurang per porsi dianggap sebagai sumber rendah natrium, sementara 20 persen atau lebih dianggap sebagai sumber tnggi natrium," jelasnya.

    Inilah empat tanda Anda mungkin mendapatkan terlalu banyak garam:

    1. Merasa haus
    Sodium memainkan peran utama dalam membantu tubuh kita menyeimbangkan cairan. "Kami membutuhkan asupan garam setiap hari untuk membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh," kata Enright seperti dilansir dari laman Harpers Bazaar UK. "Natrium yang ditemukan dalam garam membantu menjaga cairan di dalam sel kita." Ketika Anda haus, kata Enright, tubuh Anda memberi tahu Anda bahwa tidak ada cukup air untuk mendukung berapa banyak natrium dalam sistem Anda, sehingga ia mengirim sinyal ke otakmu untuk minum.

    2. Perut kembung
    Makanan asin cenderung menyebabkan kembung yang menakutkan. "Ketika terlalu banyak natrium mengambang di sekitar darah, air meninggalkan sel, menyebabkan pembengkakan," kata Enright. Kadar natrium yang ekstrem, diikuti oleh kadar cairan berlebih untuk menyeimbangkannya dapat menyebabkan kembung, terutama daerah perut. Anda juga mungkin merasakan pembengkakan di jari tangan atau kaki setelah makan yang asin. Salahkan ketidakseimbangan cairan yang menyebabkan kembung.

    3. Sakit kepala
    Pernah mengalami sakit kepala tanpa alasan? Periksa makanan terakhir Anda. "Terlalu banyak garam dapat menyebabkan pembuluh darah di otak mengembang, yang dapat menyebabkan sakit kepala yang menyakitkan," kata Enright.

    4. Makanan terasa hambar
    “Di atas semua risiko kesehatan, mengonsumsi banyak garam sebenarnya dapat mengubah selera Anda sehingga makanan Anda terasa kurang lezat seiring waktu," kata Enright. Semakin banyak garam yang Anda makan, semakin banyak yang Anda butuhkan untuk mendapatkan tanggapan yang menggugah selera yang sama.

    "Banyak orang mungkin tidak menyadari berapa banyak kelebihan natrium yang mereka konsumsi sebagai akibat dari perubahan atau pengecapan rasa dari kelebihan garam," kata Enright.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.